TIMETODAY.ID — Pada 10 Mei 2025 mendatang, Montreal, Kanada akan menjadi saksi bukan hanya laga sengit UFC 315, tetapi juga aksi simbolik yang sarat makna dari petarung kelas welter, Belal Muhammad. Dalam pertarungan mempertahankan gelarnya, Belal sudah menegaskan satu hal: ia akan kembali membawa bendera Palestina ke dalam arena.
“Ya, 100 persen,” tegasnya dalam wawancara dengan MMA Fighting, menjawab pertanyaan soal apakah ia akan kembali mengenakan bendera Palestina saat walk out. Pernyataan yang sederhana, namun sarat makna perjuangan.
Komitmen yang Tak Pernah Luntur
Belal Muhammad bukan baru sekali menunjukkan solidaritas untuk Palestina. Ia telah lama menggunakan platformnya sebagai atlet internasional untuk menyuarakan penderitaan rakyat di tanah leluhur orang tuanya.
Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika ia memprotes pencopotan gambar bendera Palestina dari profil resminya di situs UFC. Protesnya tidak sia-sia—bendera itu dikembalikan. Kini, menjelang laga besar melawan Jack Della Maddalena, Belal memastikan bahwa suara dan simbol perlawanan itu akan tetap ia bawa.
“Kami sudah berdiskusi dan pihak UFC menyetujuinya. Tak ada yang bisa menghentikan saya melakukan hal itu,” tegas petarung berdarah Palestina-Amerika ini.
Lebih dari Sekadar Pertarungan
Di balik ketegangan dan hype laga UFC, bagi Belal, ini adalah lebih dari sekadar perebutan sabuk juara. Ini adalah mimbar perjuangan. Ia tak hanya mewakili dirinya atau timnya, tapi mewakili suara rakyat yang terbungkam di Gaza.
“Sudah lebih dari dua tahun mereka berjuang untuk hidup—kelaparan, kekurangan medis, tidak ada bahan bakar. Dunia hanya menonton. Banyak yang mencari-cari alasan untuk diam. Ini benar-benar gila,” kata Belal, mengungkapkan keputusasaannya terhadap krisis kemanusiaan yang tak kunjung berakhir.
Menurut laporan yang ia kutip, warga Gaza bahkan tidak memiliki akses terhadap makanan, obat-obatan, hingga bahan bakar selama lebih dari 60 hari. Kondisi yang memilukan ini justru menjadi sumber energi dan semangat baru baginya untuk terus bertarung—baik secara harfiah di octagon, maupun secara moral di mata dunia.
Seorang Atlet, Sebuah Simbol
Di tengah dunia olahraga yang sering menghindari isu politik, sosok Belal Muhammad muncul sebagai pengecualian. Ia memilih untuk tidak netral. Ia memilih untuk bersuara, bertindak, dan menunjukkan sikap—sebuah keberanian yang tak semua atlet miliki.
Belal tahu, kemenangan di UFC 315 bukan hanya soal mempertahankan sabuk. Itu adalah pesan kepada dunia bahwa perjuangan belum usai.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































