TIMETODAY.ID — Langkah mengejutkan datang dari Dagestan. Petarung UFC Islam Makhachev resmi melepas sabuk juara kelas ringan dan naik ke kelas welter. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden UFC, Dana White, pada Selasa (13/5) waktu setempat—sebuah momen penting yang menandai pergeseran besar dalam peta persaingan UFC.
Tapi alasan di balik langkah besar ini ternyata jauh dari sekadar strategi. Ada kisah persahabatan yang jadi fondasi.
Ikatan Pertarungan dan Persahabatan
Islam Makhachev dan Belal Muhammad bukan sekadar rekan seprofesi. Mereka adalah teman dekat, bahkan sering berbagi sesi latihan jelang pertarungan. Ketika Belal Muhammad naik menjadi juara kelas welter, Islam sempat bersumpah untuk tetap di kelas ringan demi tidak harus bertarung melawan sahabatnya sendiri.
“Jika Belal menang, Islam tidak akan pernah melawan Belal,” ujar manajer mereka, Ali Abdelaziz, dikutip dari MMA Junkie. “Tapi kini Jack menang.”
Yang dimaksud tentu saja Jack Della Maddalena, petarung asal Australia yang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Belal Muhammad di UFC 315, Minggu (11/5), dan menyabet gelar juara kelas welter.
Telah Tak Terbendung di Kelas Ringan
Langkah Islam naik kelas bukan tanpa alasan kompetitif. Dalam kariernya di kelas ringan, Makhachev telah mengalahkan sederet nama besar seperti Dan Hooker, Arman Tsarukyan, hingga Charles Oliveira. Rekornya mengesankan: 15 kemenangan beruntun, sembilan di antaranya melawan petarung top 10.
“Islam sudah mengalahkan semua orang di divisi ini,” tambah Abdelaziz. “Tak ada lagi yang pantas menghadapi Islam di kelas ringan.”
Gelar Ringan Kosong, Siapa Penggantinya?
Dengan naiknya Makhachev ke kelas welter, sabuk juara kelas ringan resmi kosong. UFC pun bergerak cepat. Rencana duel antara Ilia Topuria vs Charles Oliveira sudah dijadwalkan dalam UFC 317 pada 28 Juni mendatang. Pertarungan ini akan menentukan siapa pemegang sabuk kelas ringan selanjutnya.
Duel Besar di Ujung Tahun?
Kini dengan posisi Makhachev di divisi welter, muncul skenario besar: pertarungan perebutan gelar melawan Jack Della Maddalena. Nama dua petarung ini mulai dirangkai dalam rumor duel akbar di penghujung 2025.
Andai pertarungan ini terjadi, publik bisa menyaksikan laga tak hanya antara dua petarung teknis dan eksplosif, tapi juga antara dua generasi baru dalam dunia MMA.
Penutup
Keputusan Islam Makhachev naik kelas bukan hanya soal ambisi atau taktik. Ini adalah kisah tentang loyalitas terhadap sahabat, dominasi mutlak di kelas lama, dan tantangan baru yang menanti di kelas yang lebih tinggi. Apapun yang terjadi, satu hal pasti: peta UFC kini berubah—dan semua mata tertuju pada langkah Makhachev berikutnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































