Kota Bogor Krisis Guru, DPRD Desak Disdik Ambil Langkah Konkret

Krisis guru
Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menghadapi krisis guru atau tenaga tenaga pendidik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota tahun 2024, bahwa kebutuhan guru menyentuh angka 1.200 orang.

Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 900 guru dibutuhkan di tingkat SD dan 300 di tingkat SMP. Angka ini meningkat signifikan dari estimasi sebelumnya yang hanya berkisar 800 orang.

Menanggapi persoalan itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, menyebutkan bahwa persoalan itu bukan sekadar angka, ini adalah kondisi darurat yang mengancam kualitas pendidikan anak-anak.

Advertisement
Baca Juga :  Pengembangan Kampus Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Mulai Dibahas

Politisi Fraksi PKS itu menilai, solusi sementara seperti merger sekolah, guru mengajar dua kelas, atau rotasi antarsekolah tidak cukup untuk mengatasi persoalan. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Bogor mengambil langkah lebih inovatif.

“Disdik tidak bisa hanya beralasan regulasi pusat. Kami mendesak agar ada kreativitas, terobosan, dan kerja ekstra untuk menuntaskan persoalan ini sebelum tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai,” tegasnya.

Baca Juga :  Hindari Pungutan, Disdik Bogor Minta Perpisahan Tak Mewah

Endah juga mengingatkan bahwa beban kerja yang berlebih dapat berdampak pada kualitas pembelajaran serta kondisi mental dan fisik para guru.

“Jika terus dibiarkan, ini bisa menjadi bom waktu bagi mutu pendidikan di Kota Bogor. Jangan sampai semangat Merdeka Belajar yang digaungkan justru terhenti karena kita gagal memenuhi kebutuhan dasar: ketersediaan guru,” tambahnya.

Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal persoalan ini, termasuk mendorong pengusulan formasi CPNS dan PPPK secara masif serta kebijakan lain yang sesuai dengan ketentuan.

Editor: B. Supriyadi 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel