Menelusuri Jejak Pajajaran, Pemkab Bogor Bersiap Sambut Kirab Mahkota Binokasih

Mahkota Binokasih
Bupati Bogor Rudy Susmanto. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Suara gamelan dan tabuhan kendang mungkin akan kembali mengalun di Bumi Tegar Beriman. Sebuah simbol kebesaran masa lalu, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, akan singgah di Kabupaten Bogor, Senin (21/4/2025) sebuah peristiwa yang tak hanya sakral, tapi juga emosional bagi warga yang menggenggam erat akar sejarah mereka.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, tak menyembunyikan antusiasmenya. Bagi Rudy, ini bukan sekadar kirab budaya. Ini adalah kepulangan simbol kejayaan tanah Pajajaran, yang selama bertahun-tahun hanya bisa mereka kenang dalam cerita dan buku sejarah.

“Kedatangan Mahkota Binokasih bukan dari Pemkab Bogor yang meminta, bahkan kami meminta dari beberapa tahun yang lalu tidak pernah terealisasi,” ungkap Rudy kepada wartawan.

Advertisement

Ia bahkan menyebut kabar kirab ini datang tanpa diduga.

Baca Juga :  Menilik Sejarah dan Makna Batik dalam Peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2024

“Tiba-tiba dari Keraton Sumedang Larang bahwa Mahkota Binokasih akan melaksanakan kirab dan akan mampir di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Mahkota yang konon menjadi simbol otoritas raja-raja Pajajaran itu akan melintas dan disambut warga Bogor, bukan dengan gegap gempita kemewahan, tapi dengan kesakralan yang menyentuh jiwa.

Pemkab Bogor mempersiapkan penyambutan dengan nuansa budaya yang kental, bukan pertunjukan megah yang hampa makna.

“Kami mempersiapkan tidak dengan cara yang mewah, tapi dengan cara yang sakral. Disambut oleh masyarakat Kabupaten Bogor. Inilah asal muasal cikal bakal Kerajaan Pajajaran sebelum Kabupaten Bogor berdiri,” tegas Rudy.

Bukan hanya sebuah mahkota yang akan diarak. Lebih dari itu, ini adalah perjalanan batin sebuah generasi yang ingin menyentuh kembali jejak leluhurnya.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Sebut Setelah Ratusan Tahun Mahkota Binokasih Kembali Ke Kabupaten Bogor

Menurut Rudy, penyambutan sakral ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya yang makin tergerus zaman.

“Tujuannya hanya satu, kita sama-sama mengenang dan melestarikan sejarah budaya yang ada di Kabupaten Bogor, yaitu tanah Pajajaran,” tuturnya.

Yang menarik, penyambutan ini bertepatan dengan Hari Kartini. Sebuah kebetulan yang dianggap Pemkab sebagai momen tepat untuk menggaungkan kembali kebanggaan terhadap tradisi.

Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bogor akan mengenakan pakaian adat Sunda sebagai wujud penghormatan terhadap dua sosok Kartini dan raja-raja Sunda yang berjasa pada zamannya.

“Dresscode-nya kebetulan tanggal 21 Hari Kartini. Maka pada saat Hari Kartini, semua ASN, semua pemerintah Kabupaten Bogor, kita pakai baju adat Sunda bersama-sama,” kata Rudy.

Editor : B. Supriyadi 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel