Ketika Tarif Menghantam: Tesla Hentikan Penjualan Model S dan X di Tiongkok

tesla
Ilustrasi mobil listrik Tesla Model S. Foto: Tesla

TIMETODAY.ID — Di tengah ketegangan perdagangan antara dua raksasa ekonomi dunia, satu nama besar dalam industri otomotif kembali terseret dalam pusaran kebijakan—Tesla. Perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat ini terpaksa menghentikan penjualan dua model premiumnya, Model S dan Model X, di pasar Tiongkok.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Model S dan X yang selama ini diimpor langsung dari Amerika Serikat kini terkena tarif impor baru sebesar 125 persen, menyusul keputusan pemerintah Tiongkok yang memperketat kebijakan perdagangan.

Tarif tinggi itu diberlakukan sebagai respons atas kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya menetapkan tarif sebesar 145 persen pada barang-barang asal Tiongkok.

Advertisement
Baca Juga :  Suzuki Resmi Luncurkan Wagon R Bioflex, Bisa Gunakan BBM Etanol hingga E85

Bagi Tesla, keputusan ini mungkin terasa pahit, namun tidak sepenuhnya mengejutkan. Pasalnya, Model S dan X memang bukan model yang paling diminati konsumen Tiongkok. Sebaliknya, pasar lebih antusias menyambut Model 3 dan Model Y—dua kendaraan yang diproduksi secara lokal di pabrik Tesla di Shanghai, dan oleh karena itu, terbebas dari dampak kebijakan tarif tersebut.

Untuk saat ini, Tesla masih menjual sisa stok Model S dan X yang ada di pasar Tiongkok. Namun setelah persediaan habis, kedua model tersebut tak akan lagi tersedia di negara itu.

Baca Juga :  Cek Cara Pendaftaran QR Code Pertalite untuk BBM Subsidi Dimulai 1 Oktober

Meski demikian, keputusan ini tak lantas mengguncang posisi Tesla di Tiongkok. Produksi lokal yang efisien dan responsif telah menjadikan Model 3 dan Y tulang punggung penjualan Tesla di negeri tirai bambu.

Langkah ini sekaligus menjadi potret bagaimana dinamika politik global bisa memengaruhi lanskap industri otomotif—bahkan untuk nama sebesar Tesla. Di balik teknologi canggih dan desain futuristik, ada pertarungan tarif dan strategi dagang yang menentukan arah roda bisnis.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel