Bugatti Tourbillon: Ketika Kemewahan Menjelma Jadi Ajang Bakar Uang Tanpa Batas

Bugatti Tourbillon
Wujud akhir Bugatti Tourbillon yang telah full modifikasi senilai Rp 16 miliar. (Carscoops/DOK)

TIMETODAY.ID — Di dunia yang sudah akrab dengan supercar, kehadiran Bugatti Tourbillon menjadi semacam deklarasi baru tentang apa itu kemewahan tanpa kompromi. Sebuah mobil hibrid dengan mesin V16—langka, eksklusif, dan tentu saja, absurd dalam segala aspek. Tapi ternyata, harga dasarnya yang sudah menembus Rp 72,96 miliar bukanlah batas atas untuk para kolektor berkocek super dalam.

Seperti dilaporkan Carscoops pada Sabtu (5/4/2025), salah satu pemilik Tourbillon terungkap rela menggelontorkan hampir Rp 16 miliar hanya untuk opsi tambahan. Ya, bukan untuk mobil barunya—tapi hanya untuk modifikasinya saja.

“Bocoran lembar pemesanan yang beredar memperlihatkan bagaimana harga Bugatti Tourbillon bisa meroket dari harga dasar US$ 4,56 juta (sekitar Rp 72,96 miliar) menjadi US$ 5,56 juta (sekitar Rp 88,96 miliar), gara-gara sederet modifikasi dan personalisasi yang nilainya bikin tercengang,” tulis Carscoops.

Advertisement

Cat Seharga Supercar, Logo Jok Setara iPhone 15 Pro Max Sepuluh Kali

Salah satu pilihan yang paling mencolok adalah warna cat bodi. Sang pemilik memilih warna Matt Vermillion Carbon dan Matt Red yang dibanderol US$ 360.000—setara Rp 5,76 miliar hanya untuk cat! Sebagai perbandingan, harga Ferrari 296 GTB baru dimulai dari US$ 347.000, alias lebih murah dari satu warna Tourbillon.

Baca Juga :  Riding Bersama, Simbol Harmoni 2 Pemerintahan di Bogor

Dan modifikasi tak berhenti di situ. Paket Equipe Pur Sang seharga US$ 240.000 (sekitar Rp 3,84 miliar) menambah aura agresif dengan delapan knalpot dan body kit aerodinamis.

Masih belum cukup? Berikut beberapa detail lainnya yang bikin kita mengernyit:

  • Atap kaca Sky View: US$ 75.000 (Rp 1,2 miliar)
  • Grill Performance Noir: US$ 25.000 (Rp 400 juta)
  • Pelapis knalpot hitam: US$ 15.000 (Rp 240 juta)
  • Logo gajah di sandaran kepala jok: US$ 10.000 (Rp 160 juta)
  • Pelek dua warna: US$ 20.000 (Rp 320 juta)
  • Panel instrumen aksen emas merah muda: US$ 65.000 (Rp 1,04 miliar)
  • Interior karbon: US$ 15.000 (Rp 240 juta)
  • Logo di spoiler belakang: US$ 15.000 (Rp 240 juta)
  • Satu set koper Bugatti: US$ 36.000 (Rp 576 juta)

Harga-harga ini memang mungkin terdengar “kecil” bagi pemilik Tourbillon. Tapi saat dibandingkan dengan realitas harga mobil lain di pasar, barulah terlihat betapa absurdnya angka-angka tersebut. Misalnya, panel instrumen seharga Rp 1 miliar itu bisa digantikan satu unit Chevrolet Corvette Stingray. Bahkan pelek dua warna Bugatti lebih mahal dari Nissan Versa baru di AS.

Baca Juga :  Autovibes 2025, Ajang Nostalgia Pecinta Otomotif Kuno di Kabupaten Bogor

Tourbillon: Bukan Sekadar Mobil, Tapi Pernyataan Status

Bugatti hanya akan memproduksi 250 unit Tourbillon di seluruh dunia. Dan seperti biasa, mobil ini bukan sekadar alat transportasi—ini adalah simbol. Simbol kekayaan, eksklusivitas, dan bagi sebagian orang: kemampuan membakar uang dengan cara paling estetik.

Bagi kita yang melihat dari luar kaca showroom, Tourbillon terasa seperti lukisan Picasso—tidak semua mengerti nilainya, tapi semua tahu itu tidak murah.

Dan mungkin, bagi mereka yang mampu, itulah definisi sejati dari kemewahan: bukan hanya memiliki barang mahal, tapi bisa memodifikasinya hingga orang lain berhenti mencoba menghitung.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel