
TIMETODAY.ID — Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming, kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan video ucapan selamat Hari Raya Idulfitri yang ia buat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Dalam video tersebut, Gibran yang tampil bersama sang istri Selvi Ananda menunggangi unta di sebuah gurun pasir dengan latar belakang Monumen Nasional (Monas). Tak hanya itu, video tersebut juga menampilkan visual yang menyerupai sebuah adegan dari film Dune, yang dibuat menggunakan AI.
Unggahan Gibran, yang diposting di platform X pada Rabu (2/4/2025), tersebut memuat pesan yang menyentuh, mengajak untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi di hari yang suci.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 H. Mohon maaf lahir dan batin. Di hari yang suci ini, mari kita eratkan silaturahmi, satukan hati, dan saling memaafkan demi Indonesia yang lebih damai dan maju.” tulis Gibran dalam unggahan tersebut.
Namun, video yang menggunakan teknologi AI ini justru menimbulkan pro-kontra di kalangan netizen. Sementara sebagian pengguna memuji kreativitas Gibran dalam menggunakan teknologi canggih tersebut, tidak sedikit yang mengkritik. Salah satu kritik datang dari akun @asyadictive, yang menganggap bahwa Gibran telah melakukan pelanggaran hak cipta.
Pengguna akun tersebut menandai Warner Bros., rumah produksi dari film terkenal Dune, dan menuduh Gibran telah memodifikasi adegan dari Dune tanpa izin, menggunakan AI dan mengunggahnya di akun pribadinya yang memiliki lebih dari 6 juta pengikut.
“Hai @warnerbros, Wakil Presiden Indonesia baru saja melakukan pelanggaran hak cipta dengan memodifikasi salah satu adegan di Dune melalui AI tanpa izin dan mengunggahnya di akunnya yang memiliki 6 juta pengikut. Silakan tuntut dia,” tulis akun tersebut.
Kontroversi ini memunculkan diskusi mengenai penggunaan AI dalam pembuatan konten dan potensi pelanggaran hak cipta yang dapat timbul dari teknologi tersebut.
Meski banyak yang memuji kreativitas Gibran, isu pelanggaran hak cipta ini membuka pertanyaan mengenai batasan penggunaan teknologi AI dalam konteks pribadi dan publik.
Hingga kini, Gibran Rakabuming belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan pelanggaran hak cipta tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































