Tragedi Perjalanan Soleh Darmawan: Pergi untuk Bekerja, Pulang dalam Peti Mati

Soleh Darmawan 
Foto semasa hidup Soleh Darmawan (24), WNI kerja di Kamboja yang berakhir meninggal dunia. Diduga menjadi korban perdagangan orang. (ACHMAD NASRUDIN YAHYA/KOMPAS.com)

TIMETODAY.ID — Kepergian Soleh Darmawan (24) dari rumahnya di Bekasi penuh harapan. Bermimpi menjadi seorang koki di Thailand, ia berpamitan kepada keluarganya dengan penuh semangat.

Namun, dua minggu setelah keberangkatannya, Soleh ditemukan tewas di Kamboja dengan luka misterius di tubuhnya. Kini, keluarganya mempertanyakan nasib tragis yang menimpa putra mereka.

Soleh, yang lahir pada 8 Februari 2001, adalah lulusan D3 Pariwisata dengan jurusan chef. Ibunya, Diana (43), masih mengingat jelas saat putranya menyampaikan niat untuk bekerja di luar negeri.

Advertisement

“Awalnya dia bilangnya pamit ke Thailand, kerjanya di hotel bikin roti. Diajak sama temannya Selly sama Ade, kerja di Thailand,” ungkap Diana, dalam wawancara dengan TV One News, Kamis (27/3/2025) di rumahnya di Bekasi.

Sebelum keberangkatannya pada 18 Februari 2025, Soleh sempat pergi ke Tanjung Priok untuk menemui seseorang dari yayasan yang membantunya mendapatkan pekerjaan.

“(Kata korban) ‘Mak, Soleh mau pergi ke orang yayasan.’ (Kata saya) ‘Ke mana?’ (Kata Soleh) ‘Ke Tanjung Priok sama Kak Selly.’ Selly tetangga sekaligus teman dia,” lanjut Diana.

Namun, sejak awal Diana sudah merasa ada yang janggal. Tidak ada surat izin kerja atau dokumen resmi yang biasanya menyertai tenaga kerja yang akan pergi ke luar negeri.

“Saya nanya kok enggak ada surat izin buat orang tua. Biasanya kalau kerja di mana-mana kan ada kertas, gajinya sekian, ini kok enggak ada. (Kata Soleh) ‘Diam-diam aja’. Dibilang gajinya gede, lumayan, tiga kali lipat (di Indonesia). Tapi enggak jelas (perusahaan apa),” kenangnya.

Baca Juga :  Anwar Ibrahim Mediasi Gencatan Senjata Thailand-Kamboja, Diplomasi ASEAN Berhasil

Pamit ke Thailand, Ternyata Berakhir di Kamboja

Sejak tiba di Thailand, Soleh masih sempat menghubungi ibunya melalui telepon. Namun, ada sesuatu yang terasa aneh. Ia meminta ibunya untuk tidak terlalu memikirkan omongan orang lain.

“Sempat telepon saya, pesan (Soleh) ‘Udah mak jangan kebanyakan pikiran, jangan dengerin kata orang’,” cerita Diana.

Selain itu, dalam setiap panggilan video, Soleh hanya terlihat berada di dalam kamar dan di atas kasur. Tak pernah sekalipun ia memperlihatkan dirinya bekerja di hotel seperti yang dijanjikan sebelumnya.

“(Soleh selama di Thailand) Enggak pernah (merekam) aktivitas kerja, biasanya kalau video call kan sambil bikin roti. Ini enggak, dia di atas kasur terus pakai selimut,” ungkap Diana penuh curiga.

Puncak kejanggalan terjadi pada 2 Maret 2025, ketika Diana menerima panggilan video dari seorang pria bernama Kevin, teman sekamar Soleh. Dalam percakapan itu, Kevin bertanya apakah Soleh memiliki riwayat penyakit kejiwaan. Saat itu, Soleh yang terlihat dalam video call bahkan tidak lagi mengenali ibunya sendiri.

“Malamnya saya ditelepon jam setengah 10, sama teman satu kamar, katanya Soleh, video call saya ngelihat anak saya udah enggak kenal sama saya. Saya ditanya ‘Ibu ada si Soleh punya riwayat kejiwaan?’. Saya bilang enggak ada, anak saya berangkat itu posisi bisul aja itu juga udah pecah. Enggak ada (penyakit),” jelas Diana.

Baca Juga :  Dihajar Thailand dan Vietnam, Indonesia Pulang Lebih Cepat dari Piala AFF Wanita 2025

Keesokan harinya, pada 3 Maret 2025, Diana mendapat kabar duka: Soleh telah meninggal dunia di Kamboja. Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa anak yang ia lepas dengan doa dan harapan akan kembali dalam peti mati.

Luka Misterius dan Dugaan Perdagangan Organ

Pada 15 Maret 2025, jenazah Soleh tiba di Indonesia. Diana dan keluarganya langsung dikejutkan dengan kondisi jasad Soleh yang tampak tidak wajar.

“Kayak sobekan di perutnya. Enggak tahu juga, orang ngomongnya ginjalnya diambil,” ujar Diana dengan suara bergetar.

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa Soleh menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dugaan bahwa ginjalnya telah diambil semakin kuat dengan adanya luka di bagian perutnya. Diana pun berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar mendapatkan keadilan bagi putranya.

Kasus kematian misterius Soleh Darmawan kini menjadi perhatian banyak pihak. Apa yang sebenarnya terjadi selama dua minggu keberadaannya di luar negeri masih menjadi tanda tanya besar.

Keluarga berharap agar ada kejelasan dan keadilan bagi Soleh, serta agar tragedi serupa tidak menimpa WNI lainnya yang berangkat ke luar negeri dengan harapan akan masa depan yang lebih baik.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel