Bang Madun dan Warung yang Hampir Runtuh: Kisah Pedih di Balik Review Food Vlogger

Bang Madun
Bang Madun(YouTube Richard Lee)

TIMETODAY.ID — Tangis Bang Madun pecah saat mengenang masa kejayaan warung makan Oseng Nyak Kopsah miliknya. Berdiri selama 27 tahun, usaha yang menjadi tumpuan hidupnya itu perlahan hancur setelah mendapatkan ulasan dari food vlogger pada tahun 2023.

Review tersebut bukan hanya menyoroti rasa makanan, tetapi juga kebersihan tempat. Dampaknya begitu besar, pelanggan yang dulu setia berangsur pergi, meninggalkan warungnya dalam keterpurukan. Bak bola salju, satu ulasan kemudian diikuti oleh food vlogger lain yang turut mengulas warung Bang Madun, memperparah situasi yang sudah sulit.

“Sepi. Abis. Gue punya utang Rp 250 juta,” ujar Bang Madun dengan suara bergetar dalam wawancara di kanal YouTube Richard Lee.

Advertisement

Hancur, begitu kata yang berulang kali keluar dari mulutnya. Tak hanya kehilangan pelanggan, Bang Madun juga kehilangan harapan. Namun, di tengah keterpurukan, ia masih bersyukur karena mampu bertahan.

“Hancur, hancur, gue hancur sehancur-hancurnya. Untung enggak gila, untung enggak bun**r, karena emang sekeras itu hidup gue,” ungkapnya sambil menahan air mata.

Dalam upaya menyelamatkan warungnya, Bang Madun berhutang hingga ratusan juta rupiah demi melakukan renovasi dan perbaikan.

Baca Juga :  Ultah Pertama Sebagai Istri, Kado Luna Maya Bikin Iri Netizen

“Karena gue kepengin warung gue cakep,” katanya penuh harap.

Namun, langkah tersebut tidak serta-merta mengembalikan kejayaannya. Tabungan yang selama ini ia kumpulkan untuk pendidikan anak dan membeli aset perlahan terkuras habis.

“Disaat ramai usaha gue, gue simpen duit buat anak gue sekolah, beliin aset rumah, akhirnya tabungan gue habis,” tambahnya.

Lebih dari sekadar mencari nafkah untuk diri sendiri, Bang Madun memiliki alasan kuat untuk mempertahankan warungnya. Usaha itu bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga tempat ia berbagi rezeki dengan saudara dan para janda yang menggantungkan hidup dari pekerjaannya.

“Gue enggak mau saudara gue susah, makanya gue punya utang banyak,” tuturnya.

“Gue bela-belain punya utang di tukang ikan, tukang sayuran, bela-belain minjem ke bank,” lanjutnya dengan nada getir.

Tak kuat menanggung beban operasional, Bang Madun terpaksa memberhentikan sembilan karyawannya. Keputusan itu terasa berat, tetapi ia tak punya pilihan lain.

“Lo udah matiin rezeki sembilan orang. Puas lo udah?” serunya, seolah bertanya kepada mereka yang pernah memberikan ulasan negatif.

Kisah ini bermula dari konten food vlogger bernama A Jujur yang mengulas warung Bang Madun. Dalam videonya, ia mengomentari berbagai aspek, mulai dari kebersihan hingga lokasi warung yang berada di dekat kali.

Baca Juga :  Ahmad Dhani Beberkan Biaya Ngunduh Mantu Al Ghazali: Setara Satu Rolls-Royce

“Aduh ini beneran deh aromanya kurang wangi, ini tempatnya. Berantakan tapi enggak apa-apa deh,” ujar A Jujur di awal videonya.

“Menurut gue, asal kalian duduk di sini pinggir jalan enggak oke sih, karena sebelah kali, dan beneran kali yang item, wanginya sedep banget kan, kalau gue ya,” lanjutnya.

Tak lama setelah itu, kreator konten lain, Codeblu, juga ikut memberikan ulasan yang menambah sorotan terhadap warung Bang Madun. Konflik pun sempat memanas di dunia maya, hingga akhirnya keduanya bertemu dan berdamai dalam pertemuan yang difasilitasi oleh mantan pebasket sekaligus kreator konten, Denny Sumargo.

Kisah Bang Madun menjadi cerminan betapa dahsyatnya dampak satu ulasan di media sosial. Sebuah review bisa menjadi berkah atau justru membawa petaka, terutama bagi pelaku usaha kecil. Kini, Bang Madun terus berjuang untuk membangkitkan kembali warungnya, dengan harapan suatu hari nanti, Oseng Nyak Kopsah kembali ramai seperti sedia kala.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel