MIRIS! Sawah Subur di Grobogan Berubah Jadi Padang Pasir, Petani Tak Bisa Bertani

Grobogan
MIRIS! Sawah Subur di Grobogan Berubah Jadi Padang Pasir, Petani Tak Bisa Bertani (tribunjateng.com)

TIMETODAY.ID — Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, kini menghadapi tantangan besar setelah enam kali diterjang banjir sejak awal 2025. Tidak hanya pemukiman yang terdampak, tetapi juga lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

Banjir keenam yang terjadi pada Jumat (21/3/2025) membawa dampak lebih serius bagi para petani. Sekitar 25 hektare sawah yang sebelumnya hijau dan subur kini berubah menjadi padang pasir akibat material lumpur dan pasir yang terbawa arus dari Sungai Tuntang. Keadaan ini membuat para petani tidak dapat menggarap lahan mereka untuk musim tanam kali ini.

Hamidun, Kepala Dusun Mintreng, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warganya yang mayoritas menggantungkan hidup dari pertanian.

Advertisement

“Atas bencana banjir ini, kami dari pemerintah desa tentu sangat prihatin. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti BPN, Dinas Pertanian, dan dinas lainnya agar sawah warga bisa segera dipulihkan,” ujarnya kepada Tribun Jateng.

Baca Juga :  Idulfitri 1447 H, Prabowo Jalin Silaturahmi dengan Pemimpin Dunia via Telepon

Petani di dusun ini sebenarnya sangat bersemangat bertani, terlebih setelah adanya program ketahanan pangan dari Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, dua minggu sebelum banjir melanda, lelang sawah desa berlangsung dengan antusiasme tinggi. Namun kini, harapan mereka pupus karena lahan yang tertimbun material banjir tak bisa ditanami tanpa bantuan alat berat.

Kerugian yang dialami para petani pun tidak sedikit. Menurut perhitungan Hamidun, satu hektare sawah yang terdampak dapat menimbulkan kerugian sekitar Rp 50 juta. Dengan total 25 hektare yang terkena dampak, jumlah kerugian mencapai Rp 1,25 miliar.

Sudharmanto, Ketua BPD Desa Baturagung, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi para petani.

“Tanah yang tertimbun ini tidak bisa ditanami karena lapisan lumpur yang terlalu tebal. Petani kehilangan sumber pendapatan utama mereka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tarif Angkot Naik, Pemkab Bogor Buat Aturan

Saat ini, para petani hanya bisa berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu pemulihan lahan pertanian mereka. Pemdes dan BPD telah berupaya mengajukan permohonan bantuan ke tingkat daerah dan provinsi.

“Warga sudah mengadu ke BPD dan Pemdes. Kami terus berupaya mengoordinasikan langkah-langkah pemulihan dengan pihak terkait karena sawah ini tidak bisa pulih dengan sendirinya,” tambah Sudharmanto.

Di tengah ketidakpastian, para petani Dusun Mintreng tetap menggantungkan harapan agar lahan mereka dapat segera dipulihkan, sehingga roda perekonomian desa bisa kembali berputar seperti sediakala. Bagi mereka, sawah bukan sekadar ladang, melainkan juga sumber kehidupan yang harus diperjuangkan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel