Nasi Jaha, Kuliner Tradisional yang Selalu Hadir saat Ramadan

nasi jaha
nasi jaha (foto: Viva.co.id/ivan gusti)

TIMETODAY.ID — Setiap bulan Ramadan tiba, hidangan khas yang selalu hadir di meja warga Kota Ternate adalah nasi jaha. Kuliner tradisional berbahan dasar beras ketan dan santan ini memiliki cita rasa gurih serta aroma jahe yang khas, menjadikannya salah satu menu favorit berbuka puasa.

Nasi jaha merupakan makanan tradisional khas Maluku Utara yang dibuat dengan mencampurkan beras ketan dengan santan serta jahe. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu yang telah dilapisi daun pisang sebelum dipanggang di atas bara api hingga matang. Proses pembakaran ini memberikan aroma khas yang menggugah selera.

Tidak hanya saat Ramadan, nasi jaha juga menjadi hidangan wajib dalam perayaan Idulfitri dan berbagai acara adat di Maluku Utara. Keunikan rasanya kerap disandingkan dengan lemang dari Sumatera Barat atau lemper dari Jawa. Namun, perbedaannya terletak pada komposisi rasa, di mana nasi jaha memiliki cita rasa jahe yang lebih kuat dan tidak berisi daging seperti lemper.

Advertisement

Proses Pembuatan Nasi Jaha

Proses pembuatan nasi jaha diawali dengan menyiapkan bahan-bahan utama, yakni beras ketan, santan kelapa, jahe yang telah dihaluskan, serta garam secukupnya. Beras ketan dicuci bersih dan direndam selama kurang lebih dua jam agar teksturnya lebih lembut.

Baca Juga :  Ramadan Lebih Berkah: Pastikan Kurma yang Anda Konsumsi Bukan dari Israel

Sementara itu, santan direbus bersama jahe dan garam hingga mendidih. Setelah itu, beras ketan yang telah ditiriskan dicampurkan dengan santan agar bumbu meresap secara merata. Adonan ini kemudian siap dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah dilapisi daun pisang untuk memberikan aroma khas.

Bambu berisi adonan nasi jaha lalu dipanggang di atas bara api dengan posisi tegak atau miring. Selama proses pemanggangan yang memakan waktu sekitar 1-2 jam, bambu harus diputar sesekali agar nasi matang secara merata. Setelah matang, nasi jaha dikeluarkan dari bambu dan dipotong sesuai selera sebelum disajikan hangat.

Cara Membuat Nasi Jaha Tanpa Bambu

Bagi yang ingin menikmati nasi jaha tanpa menggunakan bambu, berikut adalah resep sederhana yang bisa dicoba:

Bahan-bahan:

  • 1 kg beras ketan, cuci bersih
  • 350 ml santan kental
  • 8 siung bawang merah, haluskan
  • 2 rimpang jahe, haluskan
  • 4 batang serai, memarkan
  • 8 lembar daun jeruk purut
  • Garam secukupnya
  • Daun pisang untuk membungkus

Cara Membuat:

  1. Rendam Beras Ketan: Rendam beras ketan dalam air selama minimal 2 jam atau semalaman agar teksturnya lebih lembut. Setelah direndam, tiriskan.
  2. Kukus Beras Ketan: Kukus beras ketan hingga setengah matang, sekitar 20 menit. Angkat dan sisihkan.
  3. Siapkan Santan Berbumbu: Tumis bawang merah dan jahe yang sudah dihaluskan hingga harum. Tambahkan serai dan daun jeruk purut, lalu tuang santan. Masak hingga mendidih sambil terus diaduk. Beri garam secukupnya sesuai selera.
  4. Campur Ketan dengan Santan: Masukkan beras ketan setengah matang ke dalam santan berbumbu. Aduk hingga santan terserap dan adonan menjadi agak kering.
  5. Bungkus dengan Daun Pisang: Siapkan daun pisang, letakkan adonan ketan di atasnya, lalu gulung dan lipat ujung-ujungnya hingga rapat.
  6. Kukus Hingga Matang: Kukus kembali bungkusan ketan selama 30-40 menit hingga matang sempurna.
  7. Penyajian: Setelah matang, angkat dan biarkan sedikit dingin. Potong-potong sesuai selera dan sajikan hangat.
Baca Juga :  Cara Komunitas Kejar Mimpi Bogor Meriahkan Ramadan di Panti Asuhan Al-Qi Ceria

Dengan keunikan rasanya serta nilai tradisi yang melekat, nasi jaha tetap menjadi kuliner favorit warga Ternate, khususnya saat bulan Ramadan. Tak heran jika makanan ini selalu diburu dan menjadi salah satu simbol kekayaan kuliner Maluku Utara..***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel