Dua Turis Jepang Dideportasi dari China Usai Berpose Tak Senonoh di Tembok Besar

Dua turis asal Jepang yang masih berusia 20-an harus menghadapi konsekuensi serius setelah melakukan aksi tak pantas di Tembok Besar China
Tembok Besar China ketika ramai dikunjungi wisatawan. (AFP/NOEL CELIS)

TIMETODAY.ID — Dua turis asal Jepang yang masih berusia 20-an harus menghadapi konsekuensi serius setelah melakukan aksi tak pantas di Tembok Besar China. Mereka ditahan selama dua pekan oleh otoritas setempat sebelum akhirnya dideportasi kembali ke Jepang.

Seperti dilaporkan oleh Japan Times, insiden ini terjadi di sebuah bagian situs Warisan Dunia yang terletak dekat Beijing. Kejadian tersebut melibatkan seorang pria yang memperlihatkan bokongnya dan seorang wanita yang mengambil foto pria itu. Media Jepang, termasuk NTV, melaporkan peristiwa ini pada Kamis (13/3).

Konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Jepang

Menanggapi insiden ini, Kementerian Luar Negeri Jepang memberikan pernyataan resmi.

Advertisement

“Kedutaan Besar Jepang di China mengonfirmasi pada tanggal 3 Januari bahwa dua warga negara Jepang ditahan oleh otoritas setempat di Tembok Besar,” demikian pernyataan mereka pada Jumat (14/3).

Baca Juga :  DPRD dan Pemkab Bogor Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Percepatan Penanganan

Meski telah dikonfirmasi, Kedutaan Besar Jepang di Beijing tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar lebih lanjut dari media terkait peristiwa ini. Hingga kini, alasan di balik lamanya penahanan kedua turis tersebut masih belum jelas.

Reaksi Publik China

Di China, menampilkan bagian bawah tubuh di tempat umum merupakan pelanggaran hukum. Kedua turis tersebut dilaporkan mengaku kepada Kedutaan Jepang bahwa mereka melakukan aksi tersebut sebagai sebuah lelucon.

Namun, insiden ini memicu kemarahan publik China. Kenangan pahit atas kekejaman yang dilakukan selama pendudukan kolonial Jepang pada tahun 1930-an dan 1940-an masih membekas di benak banyak warga.

Di platform media sosial Weibo, sebuah tagar yang diterjemahkan menjadi “pria dan wanita Jepang ditahan karena perilaku tidak senonoh di Tembok Besar” telah dilihat lebih dari 60 juta kali hingga Jumat pagi. Banyak komentar bernada kecaman terhadap para turis tersebut, bahkan beberapa menggunakan bahasa yang penuh kebencian terhadap Jepang.

Baca Juga :  China Tegas Tolak Namanya Dijadikan Alasan Trump untuk Caplok Greenland

Seorang aktor China, Chen Yitian, yang memiliki lebih dari 7 juta pengikut di Weibo, turut memberikan komentar tajam terhadap insiden ini.

“Mereka melakukan hal-hal yang memalukan di Tembok Besar saya,” tulisnya.

Sementara itu, beberapa pengguna Weibo lainnya bahkan menyarankan agar China melarang semua wisatawan dari Jepang sebagai akibat dari insiden ini.

Hingga kini, kedua turis Jepang tersebut telah kembali ke negaranya setelah dideportasi pada Januari lalu. Namun, insiden ini tetap menjadi sorotan di China dan Jepang, serta memicu perdebatan mengenai etika wisatawan di situs bersejarah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel