
TIMETODAY.ID, BOGOR – Vokalis band Navicula, Gede Robi Suprianto, menghadiri kegiatan literasi digital yang diselenggarakan di Kampus Sadar Lingkungan IPB University, Selasa (18/2/2025). Dalam acara tersebut, Robi membahas peran kelompok dalam menjaga lingkungan di tengah perkembangan era digital.
Sebagai musisi, petani, dan aktivis lingkungan, Robi menekankan pentingnya keberpihakan terhadap alam melalui seni, teknologi, dan kebiasaan sehari-hari.
Ia juga mengenang keterlibatannya dalam proyek film dokumenter *Pulau Plastik*, yang mengangkat isu polusi sampah plastik, termasuk di Indonesia. Film tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan memaparkan fakta-fakta terkait dampak pencemaran plastik.
Robi mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan, meskipun hidup di era digital dengan akses informasi yang luas. Menurutnya, banyaknya paparan informasi justru membuat isu lingkungan sering terabaikan.
“Sekarang ini, isu-isu lingkungan memang banyak disorot, tetapi sering kali tergerus oleh informasi lainnya yang lebih menarik perhatian,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Robi menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga lingkungan. Ia menilai bahwa masyarakat sering kali baru sadar setelah merasakan dampak buruk seperti banjir atau bencana akibat pencemaran lingkungan.
“Masalah lingkungan harus dibicarakan dengan pendekatan pencegahan. Banyak orang baru sadar saat kampungnya terkena banjir atau ketika mereka harus membersihkan lumpur dari rumah mereka. Tapi kita tidak bisa menunggu sampai itu terjadi,” tegasnya.
Robi juga membagikan langkah-langkah yang telah ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pemilahan sampah, pembuatan kompos, dan pengurangan penggunaan plastik. Ia berharap tindakan konkret seperti itu dapat menjadi contoh bagi masyarakat tanpa harus dipaksakan.
Selain itu, ia menilai bahwa kampus memiliki peran strategis dalam menyebarkan kesadaran lingkungan. Sebagai pusat ilmu pengetahuan, kampus diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berkontribusi pada perubahan sosial dan lingkungan.
“Kampus adalah tempat keputusan penting dibuat, dan saya percaya bahwa banyak keputusan yang dihasilkan di sini dapat menjadi acuan bagi kebijakan pemerintah yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Robi berharap semakin banyak kelompok yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan demi keberlanjutan hidup di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































