TIMETODAY.ID, BOGOR – Terowongan tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi atau struktur teknik. Sejak ribuan tahun lalu, lorong bawah tanah sudah menjadi bagian dari peradaban manusia, bahkan kerap dikaitkan dengan kisah mistis.
Catatan sejarah menyebut terowongan pertama dibangun sekitar 2200 SM di Babilonia untuk menghubungkan kuil Belos. Pada 1843, Terowongan Thames di London dibuka sebagai terowongan bawah air pertama di dunia, hasil karya Marc Brunel dan putranya, Isambard.
Sejumlah terowongan di berbagai negara menyimpan cerita unik, mulai dari buatan hewan purba hingga yang dipercaya sebagai pintu masuk dunia lain.
Di Brasil, penemuan terowongan sepanjang 15 meter pada 2009 diperkirakan berasal dari aktivitas kukang tanah raksasa atau armadillo raksasa yang hidup 10.000 tahun lalu. Di Meksiko, arkeolog menemukan terowongan di bawah kota Mitla yang diyakini masyarakat kuno sebagai jalan menuju dunia bawah.
Kisah serupa muncul di Amerika Utara. Screaming Tunnel di dekat Air Terjun Niagara dan Terowongan Merritton di Kanada dikaitkan dengan peristiwa tragis masa lalu, sementara di Inggris, Terowongan Harecastle dikenal dengan cerita arwah seorang gadis yang tewas pada abad ke-17.
Di Eropa, Terowongan Belchen di Swiss disebut-sebut dihantui sosok wanita tua berbaju putih. Adapun Hohlgangsanlage 8 di Kepulauan Channel, yang awalnya dibangun Jerman Nazi pada Perang Dunia II, kini menjadi museum dengan reputasi menyeramkan.
Indonesia juga memiliki kisah serupa melalui Terowongan Casablanca di Jakarta. Terowongan ini dipercaya berada di atas bekas kuburan massal, dan kerap dikaitkan dengan penampakan.
Dari temuan arkeologi hingga cerita mistis, terowongan di berbagai belahan dunia tetap menyisakan misteri yang menarik perhatian masyarakat.








































