Pagar Laut Misterius di Tangerang Akan Dibongkar, Nelayan Sambut Gembira

pagar laut misterius
Penampakan pagar laut di Desa Cituis, Kecamatan Pakuhaji, Banten. Foto : Bisnis/Adam Rumansyah.

TIMETODAY.ID, TANGERANG – TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan membongkar pagar laut misterius yang sepanjang 30 kilometer di Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (22/1/2025).

Pembongkaran ini melibatkan sekitar 1.000 nelayan dari empat kecamatan, yaitu Mauk, Mekar Baru, Kemiri, dan Kronjo.

Melansir beritasatu.com, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Tangerang, Chaerul Gama, menjelaskan pembongkaran ini akan melibatkan lebih dari 200 perahu. Nelayan dari Kecamatan Kronjo, Mauk, Mekar Baru, dan Kemiri berperan aktif dalam mempercepat proses tersebut.

Advertisement

Di Kecamatan Kronjo, 450 nelayan dengan 90 perahu akan terlibat, sementara Kecamatan Mauk melibatkan 216 nelayan dengan 72 perahu. Di Kecamatan Mekar Baru dan Kemiri, total nelayan yang terlibat mencapai 334 orang.

Baca Juga :  Bupati Bogor Hadiri Pisah Sambut Kapolresta, Perkuat Sinergi Kamtibmas

Dul Hasim, salah satu nelayan dari Kecamatan Kronjo, menyatakan bahwa pagar laut yang telah ada sejak September 2024 ini mengganggu aktivitas melaut mereka.

Pagar tersebut menyebabkan jalur melaut menjadi sempit dan menyulitkan, terutama di malam hari karena minimnya penerangan.

Ia juga menambahkan bahwa konsumsi bahan bakar solar para nelayan meningkat akibat harus mencari jalur alternatif.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Resmi Diluncurkan, Pemerintah Target Putus Rantai Kemiskinan Antar Generasi

Investigasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten menunjukkan bahwa pagar bambu tersebut merusak ekosistem laut.

Sebagian pagar di pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, sudah berhasil dibongkar pada Sabtu (18/1/2025), dan pembongkaran akan dilanjutkan di empat kecamatan lainnya pada Rabu (22/1/2025).

Pemerintah bersama TNI AL dan nelayan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini, dengan harapan dapat mengembalikan akses nelayan untuk melaut dan menjaga kelestarian lingkungan laut. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel