Lama Tertunda, Dedi Mulyadi Siap Garap Jalan Tambang Parungpanjang Bogor

Jalan Tambang
Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi saat menerima kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, di kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Foto : tangkapan layar video Instagram @dedimulyadi71.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pembangunan jalan tambang di Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tersebut pada tahun 2026.

Pernyataan itu diungkapkan Dedi saat menerima kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, di kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Senin (20/1/2025).

Proyek jalan sepanjang 12 kilometer ini telah lama menjadi isu krusial, terutama bagi warga di kawasan Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Advertisement

Selama bertahun-tahun, kondisi lalu lintas yang macet serta kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan tambang telah menimbulkan keluhan dari masyarakat.

Meski sempat menjadi perhatian di masa kepemimpinan Ridwan Kamil, proyek ini belum terwujud.

Komitmen Baru, Harapan Baru

Dalam pertemuan tersebut, Dedi menegaskan bahwa penyelesaian jalan tambang merupakan prioritas utama pemerintahannya.

“Jalan tambang tahun 2026 siap selesai, saya tanggung jawab,” ujar Dedi dengan tegas dikutip dari video yang diterima redaksi.

Baca Juga :  Bupati Bogor dan Gubernur Jabar Bahas Percepatan Jalan Alternatif Puncak 2

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memastikan keberhasilan proyek ini.

Jalan tambang diharapkan menjadi solusi konkret atas permasalahan yang selama ini dihadapi warga. Selain mengurai kemacetan, jalan ini juga bertujuan memperbaiki kualitas infrastruktur di wilayah tersebut.

“Ini bukan hanya soal jalan, tapi tentang kehidupan warga yang terganggu setiap harinya,” tambah Dedi.

Tantangan di Lapangan

Namun, penyelesaian jalan tambang tidaklah tanpa hambatan. Jaro Ade, Wakil Bupati Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada aspek perizinan. Menurutnya, pihak investor sebenarnya sudah menunjukkan keseriusan, bahkan sebagian lahan telah dibebaskan.

“Investor sudah membebaskan lahan yang telah dibayar uang muka (DP) dan beberapa sudah siap dilunasi. Tapi perizinan menjadi penghambat utama,” jelasnya.

Ia pun meminta Pemprov Jawa Barat untuk lebih proaktif dalam memfasilitasi investor, terutama dalam mempercepat proses perizinan.

Baca Juga :  Isu Sumber Air Tak Surutkan Penjualan Aqua di Kabupaten Bogor

“Pemerintah Provinsi harus mempermudah kewajiban perizinan agar proyek ini segera berjalan,” lanjut Jaro Ade.

Komitmen Pemkab Bogor

Sementara itu, Bupati Bogor terpilih Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor siap mendukung penuh proyek ini. Dukungan tersebut meliputi kebijakan serta pengalokasian anggaran melalui APBD Kabupaten Bogor.

“Kami siap menyukseskan pembangunan jalan tambang tahun 2026,” ujarnya optimis.

Rudy juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah pusat, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang kebetulan berdomisili di Kabupaten Bogor.

“Dengan kepemimpinan Pak Dedi di provinsi dan Pak Prabowo di pusat, kami optimis jalan tambang ini bisa terealisasi,” tutup. ***

Reporter : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel