Mengapa Tisu Basah Tidak Boleh di Bawa Saat Mendaki Gunung?, ini Alasannya

Mendaki gunung dan membawa tisu basah memang sering menjadi perhatian, terutama karena dampaknya terhadap lingkungan
ilustrasi tisu basah

TIMETODAY.IDMendaki gunung dan membawa tisu basah memang sering menjadi perhatian, terutama karena dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa alasan mengapa tisu basah tidak dianjurkan dibawa saat mendaki gunung antara lain:

  1. Tidak Ramah Lingkungan: Tisu basah sering kali mengandung bahan kimia dan plastik yang sulit terurai di alam. Meskipun tisu basah diklaim dapat “biodegradable,” proses dekomposisinya memakan waktu lama, yang dapat mencemari lingkungan.
  2. Sisa Penggunaan: Setelah digunakan, tisu basah menjadi sampah yang tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga dapat merusak ekosistem sekitar gunung, termasuk tanah dan aliran air. Banyak area pendakian yang rawan pencemaran sampah yang sulit terurai, dan tisu basah menambah masalah tersebut.
  3. Peraturan di Taman Nasional atau Kawasan Konservasi: Di banyak kawasan alam atau taman nasional, ada peraturan yang melarang membawa barang-barang yang tidak ramah lingkungan, termasuk tisu basah, untuk menjaga kelestarian alam.
  4. Pengganti Ramah Lingkungan: Para pendaki disarankan untuk menggunakan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti kain lap yang bisa dicuci dan digunakan berulang kali, atau tisu kering yang lebih mudah terurai jika dibuang dengan cara yang benar.
Baca Juga :  8 Gunung Terbaik untuk Pendaki Pemula di Indonesia: Lokasi, Jarak, dan Pos Pendakian

Sebagai pendaki, penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam, serta mematuhi peraturan yang ada untuk memastikan bahwa aktivitas mendaki gunung tidak merusak lingkungan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Advertisement

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel