Marwan dan Enda, Potret 2 Anak Disabilitas di Bogor Berjuang di Tengah Keterbatasan

Marwan dan Enda
Potret 2 anak disabilitas asal Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berjuang di tengah keterbatasan. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGORMarwan dan Enda, dua penyandang disabilitas asal Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah sebuah potret nyata yang terabaikan perhatian pemerintah desa maupun daerah.

Dengan keterbatasn ekonomi membuat mereka harus terus berjuang, berharap ada perubahan yang nyata.

Marwan (7), buah hati dari pasangan Mansyur dan Eka Herawati hanya tergolek lemas, keseharian mereka diwarnai dengan tantangan dan harapan.

Advertisement

Sebagai orang tua, Mansyur menyuarakan keresahannya. Ia menyebut bantuan yang diterima sejauh ini masih sebatas kebutuhan dasar, tanpa perhatian khusus untuk mendukung perkembangan Marwan.

“Waktu COVID ada bantuan beras, sekitar tiga kali, dan BPJS juga difasilitasi. Tapi dari pihak desa, khusus untuk anak saya, belum ada perhatian lebih,” ujar Mansyur ketika ditemui di kediamannya, Selasa (7/1/2025).

Baca Juga :  Menaker, Sinergi Lintas Pihak Kunci Perluasan Jamsostek bagi Pekerja Informal

Menurutn Mansyur, beberapa tahun lalu, pihak desa sempat mendata keluarga mereka. Namun, hingga kini, data tersebut belum diikuti oleh langkah konkret yang dirasakan manfaatnya.

“Pernah ada yang datang, ngedata doang, tapi ya sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” lanjut Mansyur dengan nada lirih.

Kisah serupa juga dialami keluarga Ayat dan Erna, orang tua dari Enda Subandi, anak pertama dari tiga bersaudara yang kini berusia 15 tahun.

Meski Enda sudah pernah menerima bantuan berupa sembako dan kursi roda pada tahun 2021 lalu, Ayat mengaku keluarganya tidak terlalu menggantungkan harapan pada bantuan tersebut.

Baca Juga :  Menjajaki Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande Bogor

“Kami pernah dapat bantuan, tapi kami lebih memilih pasrah, bukan berarti tidak berharap. Hanya saja, kami sadar situasinya memang seperti ini,” ujar Ayat.

Perjuangan Ayat dan Erna tidak hanya soal menerima bantuan, tetapi juga memastikan Enda mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Dalam keterbatasan, mereka tetap optimis sambil berharap perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas bisa lebih nyata dan merata.

“Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi di bawah, memberikan hak yang memang seharusnya dimiliki oleh penyandang disabilitas,” tutup Ayat.  ***

Reporter : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel