Dari Festival hingga Pojok Baca, Kayuh Literasi Tebar Inspirasi Membaca

Kayuh Literasi
Penggagas Festival Kayuh Literasi, Indira Ratna. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Suara riuh anak-anak menggema. Sekolah Tunas Bangsa menjadi saksi perhelatan Festival Kayuh Literasi yang mengusung tema “Sehati Membangun Literasi Negeri.”

Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga upaya untuk menanamkan semangat membaca, berkarya, dan berinovasi di tengah masyarakat.

Dimulai sejak akhir Oktober dan berakhir pada 14 Desember 2024, festival ini menjadi wadah kolaborasi antara berbagai lembaga pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.

Advertisement

Penggagasnya, Indira Ratna, menjelaskan acara ini memiliki tujuan mulia, yakni menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya literasi.

“Kami ingin literasi tidak hanya dipandang sebagai tugas sekolah, tetapi menjadi bagian dari budaya hidup. Perlombaan seperti mewarnai, baca puisi, bercerita, dan mengarang cerita adalah cara kami mengenalkan literasi secara menyenangkan,” ujar Indira, Sabtu (14/12/2024).

Baca Juga :  Di Balik Jeruji Bambu, Ada Asa Santamah untuk Pulih

Puncak acara, Sabtu (14/12/2024)., menjadi momen yang dinanti. Sebanyak 50 sekolah dari total 188 lembaga pendidikan di Babakan Madang terlibat dalam kegiatan ini.

Antusiasme para peserta dan guru yang hadir menunjukkan betapa literasi mulai diterima sebagai kebutuhan mendasar.

“Kami ingin Kecamatan Babakan Madang menjadi pionir sebagai Kecamatan Literasi. Jika ini berhasil, kami akan melanjutkan ke 40 kecamatan lain di Kabupaten Bogor,” pinta Indira,

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Selasa 21 Mei 2024, Bogor-Depok-Bekasi Diprediksi Hujan

Tidak hanya berhenti di sini, rencana besar telah menanti. Tahun 2025, Kayuh Literasi akan meluncurkan program Pojok Baca Kelas dengan melibatkan berbagai organisasi pendidikan seperti K3S, PKG, HIMPAUDI, dan IGTK.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang tak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berkarya dan berinovasi.

Semangat yang terpancar dari wajah para siswa dan guru di Festival Kayuh Literasi menjadi bukti bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil.

Babakan Madang kini memiliki harapan besar untuk menjadikan literasi sebagai napas kehidupan masyarakatnya. (Cr3).

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel