Black Moon, Bulan Gelap yang Bawa Panggung Bintang di Langit Agustus

Black Moon
ilustrasi Black Moon (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langit malam pertengahan Agustus ini akan menyimpan sebuah peristiwa langka yang mungkin tak banyak orang sadari. Fenomena itu dikenal dengan sebutan Black Moon, sebuah fase bulan baru yang jarang terjadi dan selalu menimbulkan rasa penasaran di kalangan pecinta astronomi.

Black Moon yang akan hadir pada Sabtu, 23 Agustus 2025, termasuk dalam kategori musiman jenis yang hanya terjadi setiap 33 bulan sekali.

Berbeda dengan Black Moon bulanan yang muncul lebih sering, sekitar 29 bulan sekali. Tahun ini, hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan berada dalam periode peristiwa tersebut.

Advertisement

Dari Blue Moon ke Black Moon

Penamaan Black Moon sebenarnya berasal dari tradisi Barat, sama halnya dengan “Blue Moon” atau Bulan Biru yang lebih populer.

Dikutip dari IFL Science, istilah Blue Moon pertama kali tercatat dalam Maine Farmer’s Almanac tahun 1937. Fenomena itu bisa merujuk pada dua kondisi: purnama ketiga dalam satu musim dengan empat kali purnama, atau purnama kedua dalam satu bulan.

Baca Juga :  Mbappe Bela Xabi Alonso: Tidak Benar Dia Gagal di Real Madrid

Kebingungan muncul setelah majalah Sky and Telescope memuat tulisan James Hugh Pruett pada 1946. Dalam artikelnya, Pruett keliru menyebut Blue Moon sebagai bulan purnama kedua dalam satu bulan—sebuah definisi yang salah kaprah, tapi justru lebih dikenal hingga kini.

Menariknya, Black Moon juga memiliki “dua wajah” yang serupa. Bisa berarti bulan baru ketiga dalam satu musim dengan empat kali bulan baru, atau bulan baru kedua dalam satu bulan kalender. Bedanya dengan Blue Moon, Black Moon tidak bisa dilihat secara langsung karena terjadi pada fase bulan baru.

Bisa Dilihat dari Indonesia?

Sayangnya, jawaban untuk pertanyaan itu adalah tidak. Mengutip Earthsky (18/8/2025), Black Moon tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Posisi bulan yang berada tepat di antara Bumi dan Matahari membuat sisi terang menghadap menjauhi kita, sehingga bulan tersembunyi dalam silau cahaya matahari.

Baca Juga :  Percepat Pemulihan Pascabanjir, Pemerintah Bangun Huntara di Padang

Meski begitu, jangan kecewa dulu. Kehadiran Black Moon justru memberi kesempatan emas bagi pecinta langit. Tanpa cahaya bulan yang biasanya mendominasi malam, bintang dan meteor akan terlihat lebih jelas, terutama di lokasi yang minim polusi cahaya.

Jadi, meskipun Black Moon tak bisa dipotret seperti gerhana atau supermoon, ia tetap menghadirkan “panggung kegelapan” terbaik bagi langit malam. Barangkali, inilah momen paling tepat untuk duduk di bawah langit terbuka, menatap bintang, dan merasakan keheningan kosmos yang jarang kita temui.

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel