TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi banyak orang, matcha menjadi pilihan minuman favorit sebagai pengganti kopi. Rasanya yang lebih lembut serta efeknya yang dianggap tidak terlalu memicu jantung berdebar membuat minuman khas Jepang ini semakin populer. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah matcha sebenarnya mengandung kafein?
Jawabannya adalah ya. Meski dikenal sebagai minuman yang lebih ringan dibanding kopi, matcha tetap mengandung kafein alami yang berasal dari daun teh hijau. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kadar kafein matcha bisa lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Kandungan Kafein dalam Matcha
Matcha dibuat dari daun teh hijau yang ditanam dengan metode khusus, kemudian dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk halus. Berbeda dengan teh hijau seduh yang hanya memanfaatkan ekstrak daun, matcha dikonsumsi bersama seluruh bubuk daunnya. Hal inilah yang membuat kandungan nutrisi, termasuk kafein, menjadi lebih pekat.
Mengutip sejumlah sumber kesehatan, kandungan kafein matcha berkisar antara 19 hingga 44 miligram per gram bubuk. Dalam satu sajian standar yang menggunakan sekitar 2 hingga 4 gram bubuk matcha, jumlah kafein yang terkandung dapat mencapai 38 hingga 176 miligram.
Sebagai perbandingan, secangkir teh hijau umumnya hanya mengandung sekitar 30 miligram kafein.
Mengapa Banyak Orang Memilih Matcha?
Kafein yang terdapat dalam matcha bekerja sebagai stimulan alami yang membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, serta menjaga tubuh tetap bertenaga saat beraktivitas. Karena itu, tidak sedikit orang yang menjadikan matcha sebagai teman bekerja atau belajar.
Selain memberikan efek menyegarkan, konsumsi kafein dalam batas wajar juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan kafein yang cukup dapat membantu menurunkan risiko sejumlah penyakit, seperti diabetes tipe 2, asma, batu ginjal, hingga beberapa jenis kanker.
Di sisi lain, matcha juga kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Risiko Jika Dikonsumsi Berlebihan
Meski memiliki berbagai manfaat, konsumsi kafein tetap perlu diperhatikan. Setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap zat ini.
Beberapa gejala yang bisa muncul akibat terlalu banyak mengonsumsi kafein antara lain:
- Rasa gelisah atau cemas berlebihan
- Jantung berdebar
- Mual
- Sakit kepala
- Gangguan tidur atau insomnia
Para ahli umumnya menyarankan agar konsumsi kafein bagi orang dewasa tidak melebihi 400 miligram per hari. Namun, batas tersebut dapat berbeda tergantung kondisi kesehatan dan sensitivitas masing-masing individu.
Jika mengalami efek samping akibat kafein, disarankan untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan, beristirahat, atau melakukan aktivitas ringan agar tubuh lebih rileks.
Tetap Aman Dinikmati
Meski mengandung kafein, matcha tetap bisa menjadi pilihan minuman yang menyehatkan jika dikonsumsi secara bijak. Kandungan antioksidan yang tinggi serta kemampuannya membantu meningkatkan fokus menjadi alasan mengapa minuman ini terus digemari.
Jadi, bagi yang masih bertanya apakah matcha mengandung kafein, jawabannya jelas: ya. Bahkan, kandungannya bisa lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa, tergantung jumlah bubuk yang digunakan dalam setiap sajian.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































