TIMETODAY.ID, JAKARTA – Musim kemarau yang ditandai suhu udara lebih panas dan kelembapan rendah membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika tidak diimbangi dengan konsumsi air yang cukup setiap hari.
Selain faktor cuaca, pola makan juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu tubuh kehilangan lebih banyak cairan atau meningkatkan rasa haus sehingga berpotensi memperparah dehidrasi saat cuaca panas.
Berikut sejumlah makanan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya selama musim kemarau.
Daging Olahan Tinggi Natrium
Makanan olahan seperti sosis, nugget, dan kornet menjadi salah satu sumber natrium yang cukup tinggi. Kandungan garam berlebih dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh dengan menarik air keluar dari sel-sel tubuh.
Akibatnya, seseorang bisa lebih cepat merasa haus. Jika kebutuhan cairan tidak segera dipenuhi, risiko dehidrasi pun meningkat.
Makanan Pedas Picu Produksi Keringat
Bagi pencinta makanan pedas, cuaca panas mungkin menjadi waktu yang tepat untuk lebih bijak dalam mengonsumsinya. Kandungan capsaicin pada cabai dapat merangsang reseptor tubuh yang memunculkan sensasi panas.
Respons alami tubuh terhadap kondisi tersebut adalah meningkatkan produksi keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Semakin banyak cairan yang keluar melalui keringat, semakin besar pula kebutuhan tubuh akan asupan air.
Camilan Manis Ganggu Keseimbangan Cairan
Permen, kue, dan berbagai makanan tinggi gula memang sering menjadi pilihan untuk meningkatkan suasana hati. Namun konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi kadar gula darah dan keseimbangan cairan tubuh.
Saat kadar gula meningkat, tubuh akan berusaha membuang kelebihannya melalui urine. Proses ini dapat membuat cairan tubuh berkurang lebih cepat sehingga memicu rasa haus dan meningkatkan risiko kekurangan cairan.
Acar dengan Kandungan Garam Tinggi
Acar sering menjadi pelengkap berbagai hidangan karena cita rasanya yang segar. Namun makanan ini umumnya mengandung kadar natrium yang cukup tinggi akibat proses pengawetan.
Mengonsumsi acar dalam jumlah berlebihan dapat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Karena itu, memilih produk dengan kadar garam lebih rendah bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.
Asparagus Memiliki Efek Diuretik
Meski dikenal kaya nutrisi dan rendah kalori, asparagus ternyata memiliki kandungan asparagin yang bersifat diuretik alami. Senyawa ini dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
Meski demikian, asparagus tetap aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Kuncinya adalah tidak berlebihan dan memastikan kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi.
Jaga Asupan Cairan Saat Cuaca Panas
Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga hidrasi tubuh selama musim kemarau. Selain memperbanyak minum air putih, masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya kandungan air serta membatasi makanan yang dapat memicu kehilangan cairan berlebih.
Dengan pola makan yang tepat dan asupan cairan yang cukup, risiko dehidrasi saat cuaca panas dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































