Tahun Baru Islam 1448 H, Jangan Lewatkan Doa Awal Tahun dan Puasa Muharram

Islam 1448
ilustrasi berdoa. foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pergantian tahun baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperbaiki kualitas ibadah. Selain menjadi penanda dimulainya bulan Muharram, momen ini juga kerap dimanfaatkan untuk memanjatkan doa dan harapan agar perjalanan hidup di tahun yang baru dipenuhi keberkahan.

Salah satu amalan yang banyak dilakukan saat memasuki tahun baru Hijriah adalah membaca doa awal tahun. Doa tersebut berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan serta harapan agar setiap langkah yang dijalani semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Bacaan Doa Awal Tahun Hijriah

Berikut bacaan doa awal tahun Hijriah yang banyak diamalkan umat Muslim:

Advertisement

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin:

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:

Baca Juga :  Iming-iming Jalur Cepat Haji, Pemerintah Ingatkan Risiko Berat Jemaah Ilegal

“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Doa tersebut menjadi ungkapan harapan agar tahun yang baru dapat dijalani dengan lebih baik, sekaligus menjadi pengingat pentingnya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Muharram, Bulan Istimewa dalam Islam

Selain membaca doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan saleh selama bulan Muharram. Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini memiliki keutamaan tersendiri dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa Muharram merupakan waktu yang baik untuk meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah. Imam Al-Qurthubi yang dikutip oleh Imam As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Shahih Muslim menyebutkan bahwa mengawali tahun baru dengan ibadah puasa merupakan amalan yang sangat baik karena puasa termasuk ibadah yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.

Baca Juga :  Sejarah Baru di AS, Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York

Puasa Asyura Menjadi Amalan Utama

Salah satu ibadah sunnah yang paling dikenal pada bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.

Puasa ini memiliki keutamaan besar dan dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Kata Asyura sendiri berasal dari bahasa Arab ‘asyarah’ yang berarti sepuluh, merujuk pada tanggal pelaksanaannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim).

Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebaikan lainnya selama bulan Muharram.

Momentum Memulai Lembaran Baru

Tahun Baru Islam tidak sekadar menandai pergantian angka dalam kalender Hijriah. Bagi banyak umat Muslim, momen ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki kesalahan di masa lalu, serta menyusun niat dan harapan yang lebih baik untuk masa mendatang.

Dengan mengawali tahun melalui doa dan berbagai amalan yang dianjurkan, diharapkan Tahun Baru Hijriah 1448 H menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel