Muhammad Risky Siap Bawa HMI Cabang Bogor Lebih Progresif

Muhammad Risky
Ketua Umum HMI Cabang Bogor periode 2026–2027, Muhammad Risky Munandar, menyampaikan pidato perdana usai dikukuhkan, Minggu (14/6/2026). Kepengurusan baru berkomitmen memperkuat kaderisasi dan mendorong peran mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan kebangsaan. FOTO : DOK. HMI CABANG BOGOR.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Muhammad Risky Munandar, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor terpilih menegaskan komitmennya membawa HMI Cabang Bogor menjadi organisasi yang lebih progresif, responsif terhadap persoalan umat, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional selama masa kepengurusan 2026–2027.

Untuk mewujudkan target tersebut, Risky menempatkan penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas intelektual anggota, dan pembenahan tata kelola organisasi sebagai program prioritas.

“Kami memandang amanah ini sebagai awal perjuangan untuk menghadirkan HMI yang lebih progresif, responsif terhadap persoalan umat, dan mampu menjadi mitra kritis dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ujar Risky, usai pelantikan di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB, Minggu (14/6/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Sidang Isbat Iduladha 2026 Digelar 17 Mei, Pemerintah Tunggu Hasil Hisab dan Rukyat

Menurut dia, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini menuntut organisasi mahasiswa tidak hanya aktif dalam diskusi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Karena itu, HMI Cabang Bogor akan memperkuat tradisi intelektual melalui berbagai forum kajian, diskusi, dan pengembangan kapasitas kader. Organisasi tersebut juga berencana memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, serta elemen masyarakat sipil untuk mendorong kontribusi yang lebih nyata.

Baca Juga :  Detik-Detik Sapi Kurban di Bogor Masuk Toko Kamera, Panitia Kewalahan

Sebagai organisasi yang berdiri pada 1947, HMI selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang menitikberatkan pengembangan nilai keislaman, keindonesiaan, dan gerakan intelektual. Melalui kepengurusan baru, Risky berharap dapat memperkuat perannya sebagai wadah kaderisasi sekaligus ruang lahirnya gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.***

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel