TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor melibatkan pemerintah desa dan kelurahan dalam upaya memetakan potensi pajak daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah itu diperkuat melalui penerapan aplikasi pelaporan bernama Lapor Pak.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Pengelolaan Pajak Daerah yang digelar di Auditorium Bappenda Kabupaten Bogor, Kamis (11/6/2026). Kegiatan itu diikuti oleh aparatur desa, kelurahan, serta petugas lapangan.
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Adi Mulyadi, mengatakan, keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan sangat penting karena mereka memiliki pengetahuan langsung tentang perkembangan usaha dan objek pajak di wilayah masing-masing.
Menurut Adi, masih terdapat sejumlah potensi pajak yang belum terdata secara optimal. Karena itu, pemerintah desa didorong aktif melaporkan setiap potensi pajak yang ditemukan di lapangan.
“Kalau di setiap desa ada potensi pajak, itu dilaporkan potensinya berapa. Kita ada aplikasi Lapor Pak yang sudah dikembangkan, tinggal diperkuat implementasinya,” ujar Adi.
Setiap laporan yang masuk melalui aplikasi tersebut akan dimasukkan ke dalam basis data potensi daerah dan ditindaklanjuti melalui proses pendataan wajib pajak baru.
Adi menyebutkan, bertambahnya jumlah wajib pajak akan berdampak langsung pada peningkatan penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan pelayanan publik.
“Otomatis akan berpotensi meningkatkan penerimaan pendapatan daerah,” tuturnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































