TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan program beasiswa SMP bagi sekitar 2.000 siswa dari keluarga tidak mampu sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Langkah itu diambil lantaran jumlah siswa miskin yang berhak mengikuti jalur afirmasi jauh melampaui kursi yang tersedia di sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi mengungkapkan, siswa yang masuk kategori lima desil terbawah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mencapai sekitar 6.000 orang. Sementara itu, alokasi kursi afirmasi di SMP negeri hanya tersedia sekitar 1.400 tempat.
“Data sosial lima desil terbawah itu sekitar 6.000-an siswa. Sementara alokasi afirmasi di SMP negeri hanya sekitar 1.400 kursi,” kata Herry, Kamis (21/5/2026).
Program beasiswa yang disiapkan Pemkot Bogor itu menyasar siswa dari keluarga tidak mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri melalui jalur afirmasi. Dengan demikian, total siswa yang dapat difasilitasi melalui dua skema tersebut diharapkan mampu menutup sebagian besar kesenjangan yang ada.
Dalam mekanisme jalur afirmasi, Dinas Pendidikan Kota Bogor menetapkan urutan prioritas penerimaan berdasarkan tingkat kemiskinan. Siswa dari desil 1 yang dikategorikan sebagai kelompok miskin ekstrem akan diutamakan untuk diserap seluruhnya sebelum kuota dialokasikan ke desil berikutnya.
“Kita prioritaskan desil 1 dulu karena itu kategori miskin ekstrem. Mereka akan kita upayakan semuanya masuk dulu,” ujar Herry.
Jalur afirmasi hanya terbuka bagi siswa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5. Siswa dengan kategori desil 6 ke atas tidak diperkenankan mendaftar melalui jalur ini dan diarahkan ke jalur lain.
“Kalau dia desil 6, tidak bisa masuk kelompok afirmasi. Dia harus melalui jalur lain,” tegasnya.
Adapun siswa dari kelompok desil 4 dan 5 yang tidak tertampung melalui jalur afirmasi masih dimungkinkan mendaftar lewat jalur domisili maupun prestasi. Sementara siswa desil 1, menurut Herry, wajib disalurkan seluruhnya melalui jalur afirmasi tanpa pengecualian.
Dinas Pendidikan Kota Bogor telah menetapkan komposisi kuota penerimaan siswa baru tahun 2026. Jalur domisili mendapat porsi terbesar sebesar 40 persen, diikuti jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 25 persen, dan jalur mutasi 5 persen.
Dari total 25 persen kuota afirmasi, sebesar 20 persen diperuntukkan bagi penduduk miskin Kota Bogor, sedangkan 5 persen sisanya dialokasikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Jadi afirmasi itu 25 persen totalnya. Sebanyak 20 persen untuk penduduk miskin dan 5 persen untuk ABK,” ujar Herry.
Penentuan status ekonomi peserta mengacu pada DTKS maupun Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional. Dengan kuota 20 persen untuk warga miskin yang hanya menghasilkan sekitar 1.400 kursi, program beasiswa bagi 2.000 siswa menjadi jaring pengaman penting agar siswa dari keluarga tidak mampu yang gagal masuk sekolah negeri tetap dapat mengakses pendidikan menengah pertama.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































