Ternyata Keluarga Kerajaan Inggris Punya Pantangan Makanan, Apa Saja?

Inggris
Keluarga Kerajaan Inggris. Foto: PA Images via Getty Images/Owen Humphreys

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik kemegahan jamuan di Buckingham Palace, ada aturan tak tertulis yang mengatur apa saja yang boleh dan tidak boleh tersaji di meja makan keluarga kerajaan Inggris. Bukan semata soal selera, pilihan makanan di istana juga mempertimbangkan kesehatan, etika, dan citra di hadapan publik.

Sejumlah mantan staf kerajaan mengungkap bahwa beberapa jenis makanan cenderung dihindari demi memastikan agenda resmi berjalan tanpa gangguan.

  1. Kerang dan seafood mentah

Makanan seperti tiram, kerang, dan udang mentah disebut jarang disajikan, terutama ketika anggota kerajaan sedang bepergian ke luar negeri. Alasannya sederhana: meminimalkan risiko keracunan makanan yang bisa mengacaukan jadwal resmi.

Advertisement
  1. Daging setengah matang

Hidangan seperti steak tartare atau burger medium rare juga tidak menjadi pilihan utama. Queen Elizabeth II diketahui lebih menyukai daging yang dimasak matang sempurna, baik karena selera maupun pertimbangan keamanan pangan.

  1. Bawang putih dan bawang mentah
Baca Juga :  Cuaca Panas Bikin Rumah Gerah? Kenali Faktor Utamanya di Sini!

Salah satu aturan yang paling terkenal adalah menghindari bawang putih. Queen Camilla pernah mengonfirmasi bahwa bahan ini tidak disukai dalam acara kerajaan karena dapat meninggalkan bau napas saat harus bertemu banyak orang.

  1. Foie gras

King Charles III diketahui melarang foie gras di kediaman kerajaan. Makanan khas Prancis yang dibuat dari hati bebek atau angsa ini menuai kontroversi karena proses produksinya dianggap tidak ramah terhadap hewan.

  1. Buah di luar musim

Elizabeth II dikenal menyukai bahan makanan musiman. Stroberi, misalnya, hanya disajikan ketika sedang musim panen. Kebiasaan ini mencerminkan preferensi terhadap bahan yang lebih segar dan alami.

  1. Gula olahan dan pemanis buatan
Baca Juga :  Dendeng Balado, Hidangan Khas Minangkabau yang Gurih dan Pedas

Charles III disebut menerapkan pola makan yang lebih sehat dengan membatasi gula rafinasi dan makanan ultra-proses. Sebagai gantinya, ia lebih memilih madu atau buah sebagai sumber rasa manis.

Menjaga kesehatan dan etika kerajaan

Di lingkungan kerajaan, makanan bukan sekadar santapan, tetapi bagian dari protokol. Dari menghindari keracunan makanan hingga menjaga kesegaran napas saat acara kenegaraan, setiap hidangan dipilih dengan pertimbangan matang.

Tradisi ini memperlihatkan bahwa di balik meja makan keluarga kerajaan, ada aturan yang dirancang untuk mendukung kesehatan, kenyamanan, dan reputasi institusi yang telah berdiri selama berabad-abad.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel