Dinkes Kabupaten Bogor Genjot SLHS 638 Dapur Program Gizi

SLHS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Fusia Meidiawaty. FOTO : TIMETODAY.ID/AMELIA AZIZAH.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayahnya, dengan mengerahkan petugas puskesmas secara aktif mendampingi proses sertifikasi di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menyatakan, dari 638 SPPG yang tercatat beroperasi saat ini, baru sekitar 40 persen yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.

“Sebanyak 638 SPPG itu sekitar 40 persen sudah terbit SLHS, tapi sekarang sedang kita kejar,” ujar Fusia kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Advertisement

Percepatan ini merujuk pada ketentuan Badan Gizi Nasional yang memberi kelonggaran kepada SPPG untuk tetap beroperasi sembari mengurus sertifikasi, dengan batas waktu maksimal tiga bulan. Kendati demikian, kelonggaran itu tidak berarti tanpa pengawasan.

Baca Juga :  Pasien Stroke di Kabupaten Bogor Tak Perlu Dirujuk Jauh, DSA Segera Hadir di Banyak RSUD

“Saya sudah pesan ke kepala puskesmas bahwa harus memantau setiap SPPG yang ada di wilayah kerjanya,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Dinkes menerapkan strategi jemput bola melalui jaringan puskesmas di seluruh kecamatan. Petugas kesehatan dikirim langsung mendatangi setiap SPPG untuk menyosialisasikan persyaratan sekaligus memandu proses pengurusan sertifikasi.

“Petugas puskesmas jemput bola, ibarat memberikan daftar persyaratan. Misalnya, SPPG ini mau berdiri, ini yang harus dipenuhi untuk mengurus SLHS, sambil membangun sambil menyiapkan persyaratan juga,” jelas Fusia.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Usung Tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" Pada HUT RI ke-80

Upaya itu menunjukkan hasil awal yang signifikan. Fusia mengungkapkan, lebih dari 85 persen SPPG telah menyelesaikan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji, yang menjadi tahapan pertama wajib sebelum penerbitan SLHS.

“Yang sudah PKPSS sudah tahap awal menuju SLHS itu sudah 85,58 persen, jadi selebihnya sedang kita jemput bola untuk PKPSS dulu,” katanya.

Dinkes memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh SPPG memenuhi standar higiene sanitasi yang ditetapkan.

“Bupati juga ingin adanya percepatan penerbitan SLHS,” tuntas Fusia.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel