TIMETODAY.ID, JAKARTA — Hutan hujan Amazon selama ini dikenal sebagai rumah bagi beragam satwa eksotis sekaligus menyeramkan. Salah satu penghuni paling mengundang rasa ngeri adalah Haementeria ghilianii, spesies lintah raksasa yang mampu mengisap darah dalam jumlah besar hanya dalam sekali makan.
Berbeda dari lintah pada umumnya, makhluk ini memiliki ukuran tubuh yang tidak biasa. Panjangnya bisa mencapai 45 sentimeter, hampir setengah meter, sehingga kerap dijuluki sebagai lintah raksasa Amazon.
Spesies ini hidup di sungai dan rawa-rawa kawasan Amazon. Dari ratusan jenis lintah yang tersebar di dunia, sebagian besar hanya berukuran kecil. Namun, Haementeria ghilianii tumbuh jauh lebih besar dibanding kerabatnya.
Secara umum, lintah ini memiliki panjang sekitar 30 sentimeter, meski beberapa spesimen tercatat mampu tumbuh hingga mendekati 45 sentimeter.
Keunikan sekaligus kengeriannya terletak pada cara mereka mengisap darah.
Jika lintah biasa menggigit menggunakan rahang kecil bergerigi, lintah raksasa Amazon memanfaatkan proboscis, semacam belalai tipis sepanjang hingga 10 sentimeter.
Alat tersebut bekerja layaknya jarum suntik untuk menembus kulit mangsa. Setelah menancap, lintah akan mulai mengisap darah sambil melepaskan zat antikoagulan bernama hementin.
Senyawa ini mencegah darah membeku sehingga aliran darah tetap lancar selama proses makan berlangsung.
Berkat mekanisme tersebut, seekor Haementeria ghilianii mampu mengisap sekitar 15 mililiter darah dalam satu kali makan, setara kurang lebih satu sendok makan.
Meski terdengar mengerikan, lintah ini tidak makan setiap saat. Setelah kenyang, mereka dapat bertahan selama berbulan-bulan tanpa perlu mencari mangsa lagi.
Lintah raksasa ini umumnya menjadi parasit bagi berbagai hewan air dan semiakuatik, mulai dari ikan, reptil, hingga mamalia. Dalam kondisi tertentu, manusia juga bisa menjadi target jika berada di habitat alaminya.
Sejumlah kisah lama menyebut spesies ini mampu menguras darah hewan besar hingga mati. Namun, para peneliti menilai klaim tersebut belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Di balik reputasinya yang menakutkan, Haementeria ghilianii tetap menjadi bagian penting dari ekosistem Amazon yang kaya biodiversitas.
Sayangnya, seperti banyak satwa lain di kawasan itu, habitat lintah raksasa ini terus menghadapi ancaman akibat deforestasi, pencemaran, dan kerusakan lingkungan.
Meski jarang terlihat manusia, keberadaan makhluk sepanjang hampir setengah meter ini tetap menjadi salah satu misteri paling menyeramkan yang bersembunyi di perairan liar Amazon.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































