TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah memanasnya perdebatan politik di Amerika Serikat, Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer, melontarkan kritik tajam kepada Presiden Donald Trump. Ia menuding Gedung Putih telah membawa AS ke dalam konflik berkepanjangan dengan Iran tanpa persetujuan Kongres.
Schumer menyebut operasi militer terhadap Iran telah melampaui batas 60 hari sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kekuatan Perang (War Powers Act). Menurut aturan tersebut, presiden wajib memperoleh otorisasi Kongres apabila keterlibatan militer berlangsung lebih dari dua bulan.
“Donald Trump telah menyeret Amerika ke dalam perang yang ilegal, mahal, dan tanpa tujuan yang jelas,” kata Schumer dalam pernyataannya, Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan bahwa batas waktu yang ditetapkan undang-undang telah terlampaui, namun pemerintahan Trump belum juga meminta restu parlemen.
“Sudah lebih dari seminggu sejak tenggat 60 hari terlewati. Permusuhan seharusnya dihentikan jika tidak ada otorisasi dari Kongres,” ujarnya.
Schumer juga menuding Trump bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth sengaja menghindari kewajiban hukum tersebut. Ia menolak klaim pemerintah bahwa konflik dengan Iran telah berakhir.
“Mengatakan perang ini sudah selesai adalah omong kosong. Fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya,” tegasnya.
Menurut Schumer, gagalnya putaran terbaru perundingan damai dengan Iran menjadi bukti bahwa ketegangan masih jauh dari kata usai.
“Perang ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Negosiasi terbaru juga kandas, dan Trump terus memperdalam krisis yang ia ciptakan sendiri,” katanya.
Partai Demokrat di Senat berencana kembali mengajukan resolusi untuk memaksa penghentian keterlibatan militer AS dalam konflik tersebut. Pemungutan suara atas resolusi itu dijadwalkan digelar pekan ini.
Schumer mendesak senator dari Partai Republik untuk mendukung langkah tersebut demi menjaga konstitusi, melindungi keselamatan personel militer, dan menekan biaya perang yang ditanggung warga Amerika.
“Jika Partai Republik benar-benar peduli pada konstitusi, keselamatan tentara, dan beban ekonomi rakyat, mereka harus mendukung resolusi ini dan mengakhiri perang,” tutup Schumer.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































