Konflik Timur Tengah Memuncak, Iran Peringatkan AS Soal Selat Hormuz

Timur Tengah
kapal-kapal di Selat Hormuz. Foto: AP/ ISNA/ Amirhosein Khorgooi

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman baru kepada Amerika Serikat terkait rencana pengawalan kapal di Selat Hormuz. Jalur laut vital bagi distribusi energi dunia itu kini menjadi titik panas konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.

Pemerintah Teheran menegaskan tidak akan tinggal diam jika ada kekuatan asing yang mencoba memasuki wilayah tersebut tanpa koordinasi. Militer Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap upaya intervensi akan berujung pada tindakan militer.

“Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing, khususnya militer AS, yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan menjadi sasaran,” ujar Mayor Jenderal Ali Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah.

Advertisement

Selama lebih dari dua bulan terakhir, Iran diketahui membatasi lalu lintas kapal di kawasan Teluk, kecuali untuk pengiriman mereka sendiri. Kebijakan ini berdampak langsung pada lonjakan harga minyak global, di tengah laporan adanya kapal yang ditembak maupun disita saat mencoba melintas.

Baca Juga :  Arsenal Pesta Gol, Madrid Tumbang Rekap Lengkap Hasil Liga Champions Dini Hari Tadi

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana operasi untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di jalur tersebut. Langkah ini diambil setelah insiden sebuah kapal tanker yang terkena proyektil tak dikenal di perairan strategis itu.

“Kami akan memandu kapal-kapal keluar dari jalur air yang dibatasi ini agar mereka dapat melanjutkan aktivitas secara aman,” kata Trump dalam pernyataannya.

Namun, hingga kini belum ada rincian jelas terkait mekanisme operasi maupun negara mana saja yang akan dibantu. Sementara itu, Komando Pusat AS dilaporkan menyiapkan dukungan besar, termasuk ribuan personel militer, kapal perang, hingga pesawat tempur untuk mendukung misi tersebut.

Menurut Organisasi Maritim Internasional, ratusan kapal dan puluhan ribu pelaut saat ini masih tertahan akibat konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Pezeshkian Sentil AS, Iran Ogah Berunding di Tengah Tekanan

Upaya Diplomasi dan Tekanan Internasional

Di tengah situasi yang semakin tegang, Iran juga disebut mengajukan proposal negosiasi kepada Washington. Proposal itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade laut, serta upaya gencatan senjata di wilayah konflik.

Sejumlah pihak internasional turut mendorong solusi diplomatik. Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan pentingnya kerja sama kedua negara untuk membuka kembali jalur vital tersebut.

“Solusi terbaik adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Iran,” ujar Macron.

Ia juga menegaskan bahwa Prancis tidak akan terlibat dalam operasi militer yang dinilai belum memiliki kejelasan tujuan.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan dunia, mengingat perannya sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas global. Eskalasi yang terus meningkat dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga stabilitas ekonomi internasional.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel