Ketegangan Memuncak, Iran Resmi Blokir Selat Hormuz dari Laut Arab

Selat Hormuz
Iran menutup Selat Hormuz dari sisi Laut Arab dan mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal perang Amerika Serikat jika mencoba menerobos blokade tersebut. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran mengambil langkah tegas dengan menutup Selat Hormuz dari sisi Laut Arab. Penutupan jalur vital energi dunia ini dibarengi peringatan keras bahwa militer Iran siap bertindak cepat jika Amerika Serikat mencoba membuka blokade tersebut.

Di tengah situasi yang kian memanas, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam, Shahram Irani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas klaim kemenangan yang disebut-sebut berasal dari pihak AS.

“Musuh mengira perang melawan Iran bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Anggapan itu justru menjadi bahan olok-olok di kalangan militer,” ujar Irani dalam siaran televisi pemerintah.

Advertisement
Baca Juga :  Drone Houthi Jebol Pertahanan Israel, Bandara Ramon Jadi Sasaran

Ia menegaskan, pasukan Iran akan mempertahankan posisi mereka dengan segala kemampuan yang dimiliki, termasuk membalas setiap serangan yang dinilai mengancam kedaulatan negara.

“Kami akan bertahan hingga titik darah terakhir untuk membalas para prajurit yang gugur,” katanya.

Langkah penutupan Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sebagian besar distribusi minyak global—menjadi sinyal kuat bahwa konflik belum menunjukkan tanda mereda. Situasi ini juga memperumit upaya diplomasi yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan.

Meski sempat diumumkan gencatan senjata pada awal April dan dilanjutkan dengan perundingan di Islamabad, pembicaraan belum menghasilkan kesepakatan konkret. Teheran bersikeras tidak akan melanjutkan negosiasi selama blokade terhadap pelabuhannya masih diberlakukan Washington.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Pimpin Langsung Prosesi Pemakaman Try Sutrisno

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata diperpanjang atas permintaan pihak mediator, sembari menunggu proposal lanjutan dari Iran. Namun, hingga kini, arah penyelesaian konflik masih diliputi ketidakpastian.

Di balik manuver militer dan tarik-ulur diplomasi, Selat Hormuz kembali menjadi panggung utama—bukan sekadar jalur perdagangan, melainkan simbol perebutan pengaruh di kawasan yang belum juga menemukan titik damai.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel