TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor meminta optimalisasi pemanfaatan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di sejumlah kawasan strategis usai insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, banyak aset lahan PT KAI di wilayah Kabupaten Bogor berada di kawasan padat aktivitas sehingga perlu ditata melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Bukan hanya plang kereta api, kami juga butuh untuk penataan wilayah di tanah-tanah PT KAI,” kata Rudy kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Menurut Rudy, salah satu kawasan yang membutuhkan penataan berada di sekitar Stasiun Bojonggede. Wilayah tersebut setiap hari dipadati kendaraan dan aktivitas masyarakat.
“Tanah-tanah PT KAI cukup banyak, seperti di sekitar Stasiun Bojonggede, itu ruas yang cukup padat setiap hari, dan kiri kanan jalannya itu mayoritas adalah tanah-tanah PT KAI,” ujarnya.
Ia menilai, bila lahan tersebut dapat dikerjasamakan, penataan kawasan akan lebih maksimal, termasuk untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan keselamatan warga.
“Makanya kita berharap bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor supaya kami bisa melakukan penataan lebih maksimal dan optimal,” ucap Rudy.
Selain soal lahan, Rudy menyebut Pemkab Bogor sebelumnya juga telah beberapa kali menyurati PT KAI terkait penanganan perlintasan sebidang yang ramai dilalui masyarakat, salah satunya di kawasan Gaperi.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































