
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi terintegrasi yang menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, dan transportasi dalam satu kawasan modern. Rencana itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (27/4/2025).
Rudy mengatakan, kawasan Parung memiliki potensi besar yang selama ini belum dikelola secara optimal. Salah satu program unggulan adalah pembangunan pasar ikan terintegrasi yang dilengkapi pusat layanan masyarakat dan area kuliner.
“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy.
Untuk mendukung pengembangan itu, Pemkab Bogor telah menyiapkan dua titik lahan strategis. Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi akan dijadikan pusat kegiatan ekonomi utama, sedangkan lahan kedua seluas kurang lebih dua hektare diarahkan sebagai kawasan pendukung, termasuk akses transportasi. Fasilitas area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum juga akan dihadirkan guna mengatasi kemacetan akibat angkutan yang kerap berhenti di badan jalan.
Pemkab Bogor membuka opsi kerja sama dengan pihak swasta melalui skema sewa maupun Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang, disertai kemudahan perizinan.
“Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Rudy.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, penataan Parung merupakan kelanjutan dari penataan kawasan Cibinong yang telah lebih dahulu berjalan. Pendekatan yang digunakan, kata Ajat, bukan penggusuran, melainkan penataan yang tetap mengakomodasi pedagang kaki lima.
“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” jelasnya.
Ajat menambahkan, terminal lama yang selama ini tidak termanfaatkan kini tengah diaktifkan kembali dan akan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan baru. Ke depan, kawasan Parung dirancang terhubung hingga Ciseeng sebagai satu kesatuan kawasan strategis.
Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan 700 lapak untuk menampung pedagang yang direlokasi, khususnya yang bergerak di sektor sayur-mayur, basahan, ayam, dan ikan. Area depan pasar akan ditetapkan sebagai zona merah sebelum diputuskan pemanfaatannya, baik sebagai taman maupun sentra ikan hias.
Meski sempat muncul pro dan kontra di awal proses, dukungan pedagang kini diklaim telah mencapai sekitar 90 persen. Perumda Pasar Tohaga menargetkan kawasan Parung berkembang menjadi sentra ikan hias terbesar di Asia Tenggara.
Editor : B. Supriyadi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































