Mensos Saifullah Yusuf Perkuat Data Bansos hingga RT/RW, Target Tepat Sasaran

Mensos
Penyaluran bansos ke masyarakat. Foto: Kemensos

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat upaya penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, pembenahan data menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Ia menyoroti pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional hingga ke level paling bawah, yakni RT dan RW. Menurutnya, kolaborasi antara perangkat desa, operator data, hingga pendamping sosial menjadi fondasi dalam membangun basis data yang akurat.

“Kita mutakhirkan DTSEN secara bersama-sama. SDM untuk pemutakhiran kita perkuat, terutama kolaborasi antara operator desa dengan RT, RW, serta unsur lain di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Advertisement

Di tengah kompleksitas penyaluran bansos, pemerintah tak hanya menitikberatkan pada distribusi, tetapi juga pada dampaknya bagi penerima. Gus Ipul menegaskan bantuan sosial harus mampu mendorong kemandirian, bukan sekadar bantuan jangka pendek.

Baca Juga :  Tiga Remaja Tersesat Akibat Ikuti Google Maps, Dievakuasi Damkar Kabupaten Bogor

“Pertama, datanya harus akurat agar bansos tepat sasaran. Kedua, bantuan yang diterima harus bersifat memberdayakan,” tegasnya.

Program seperti Program Keluarga Harapan juga dilibatkan dalam proses verifikasi dan pendampingan di lapangan. Pendamping PKH bersama dinas sosial melakukan pengecekan langsung guna memastikan data sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Meski demikian, Gus Ipul mengakui masih ada tantangan, terutama terkait data penerima yang belum sepenuhnya mutakhir. Selama setahun terakhir, pemerintah disebut terus melakukan konsolidasi untuk memperbaiki ketidaktepatan sasaran.

“Kami mengalihkan bantuan dari mereka yang tidak memenuhi kriteria kepada yang benar-benar berhak. Karena itu, pemutakhiran data dari daerah dan desa menjadi sangat penting,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembaruan data, Kementerian Sosial membuka dua jalur, yakni formal dan partisipatif. Jalur formal dilakukan melalui laporan masyarakat ke RT/RW yang kemudian diproses hingga tingkat desa dan diverifikasi bersama. Sementara jalur partisipatif memungkinkan masyarakat mengajukan usulan atau sanggahan melalui aplikasi dan layanan pengaduan yang tersedia.

Baca Juga :  Suku Bunga Tinggi Bertahan Lama, Apa Dampaknya bagi Keuangan dan Ekonomi?

Seluruh data yang masuk nantinya akan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amrullah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait pembaruan data bansos.

“Apa yang disampaikan Pak Menteri menjadi catatan kami, terutama soal data. Ini akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Deddy.

Dengan pembenahan data yang terus dilakukan, pemerintah berharap bansos tak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu menjadi jalan keluar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel