TIMETODAY.ID, JAKARTA — Usulan kontroversial datang dari utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Paolo Zampolli, yang menyarankan agar Italia menggantikan Iran di ajang Piala Dunia 2026. Wacana ini langsung memicu perhatian luas, terlebih di tengah tensi geopolitik yang masih memanas di Timur Tengah.
Menurut laporan BBC, gagasan tersebut muncul seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan sekutunya dengan Iran sejak beberapa bulan terakhir. Dalam skenario yang diusulkan, Iran dicoret dari turnamen dan posisinya diisi Italia yang gagal lolos usai tersingkir di babak play-off.
Namun, FIFA dengan cepat meredam spekulasi tersebut. Otoritas sepak bola dunia itu menegaskan bahwa Iran tetap menjadi peserta resmi Piala Dunia 2026 dan tidak ada rencana perubahan slot.
Timnas Iran sendiri dijadwalkan tetap berlaga sesuai agenda, termasuk menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, serta Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Reaksi keras datang dari pihak Iran. Melalui akun resminya di platform X, Kedutaan Besar Iran melontarkan sindiran tajam terhadap wacana tersebut.
“Upaya untuk mencoret Iran dari Piala Dunia hanya mengungkapkan ‘kebangkrutan moral’ Amerika Serikat,” tulis pernyataan itu.
“Mereka bahkan takut akan kehadiran sebelas pemain muda Iran di lapangan,” lanjutnya.
Polemik ini menambah panjang daftar tarik-ulur antara politik dan olahraga, meski hingga kini FIFA tetap berpegang pada prinsip bahwa keikutsertaan tim ditentukan melalui jalur kompetisi, bukan tekanan di luar lapangan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































