Pezeshkian Sentil AS, Iran Ogah Berunding di Tengah Tekanan

Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Foto: Morteza Fakhri Nezhad/IRIB/WANA via Reuters

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan sikap keras negaranya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan Iran tidak akan menyerah pada tekanan yang diberikan Washington, terutama di tengah situasi diplomatik yang semakin rumit.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menilai pendekatan Amerika Serikat terhadap Iran tidak mencerminkan upaya dialog yang sehat. Ia menekankan bahwa kepercayaan menjadi fondasi utama dalam setiap perundingan, sesuatu yang menurutnya belum ditunjukkan oleh pihak AS.

“Komitmen harus dihormati jika ingin membangun dialog yang bermakna,” tulisnya melalui media sosial, Selasa (21/4/2026).

Advertisement

Nada tegas itu mencerminkan kekecewaan lama Teheran terhadap Washington. Pezeshkian menyebut pengalaman dalam dua tahun terakhir—termasuk rangkaian perundingan pada 2025 hingga 2026—membuat Iran semakin yakin bahwa AS sulit dipercaya.

Baca Juga :  Prabowo dan MBS Bahas Eskalasi Perang Iran-AS-Israel, Serukan Hentikan Serangan

Ia juga menuding AS kerap menggunakan tekanan dan ancaman ketimbang pendekatan diplomatik. Menurutnya, sinyal yang diberikan pejabat AS justru memperlihatkan keinginan agar Iran menyerah.

“Rakyat Iran tidak akan tunduk pada tekanan atau kekerasan,” tegasnya.

Perundingan Putaran Kedua Dibayangi Ketegangan

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketidakpastian perundingan damai putaran kedua antara kedua negara. Iran disebut enggan melanjutkan dialog selama kebijakan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhannya masih berlangsung.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa delegasi Amerika telah disiapkan untuk melanjutkan pembicaraan. Tim tersebut dipimpin Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner.

Baca Juga :  Depresi Usai Ditinggal Istri, Pria 52 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Menurut Trump, rombongan dijadwalkan menuju Islamabad, Pakistan, sebagai lokasi pertemuan lanjutan dengan Iran.

“Pada titik ini, saya berharap tidak ada lagi yang main-main. Kita harus melanjutkan perundingan untuk mengakhiri konflik,” ujarnya.

Namun, sejumlah laporan media menyebut keberangkatan delegasi tersebut masih belum pasti, menambah ketidakjelasan arah diplomasi kedua negara.

Dengan situasi yang terus memanas, peluang tercapainya kesepakatan damai masih bergantung pada kemampuan kedua pihak untuk meredakan ketegangan dan membangun kembali kepercayaan yang selama ini terkikis.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel