TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sorotan tajam publik akhirnya berujung pada pernyataan terbuka dari pemain muda Fadly Alberto. Ia menyampaikan permintaan maaf setelah aksinya melakukan tendangan keras bergaya kungfu dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 memicu kontroversi di kancah sepak bola nasional.
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC itu mengaku menyesali tindakannya. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Selasa (21/4/2026), setelah insiden tersebut ramai diperbincangkan publik.
“Saya dengan penuh kesadaran memohon maaf dan sangat menyesali tindakan saya yang tidak seharusnya terjadi dalam pertandingan melawan Dewa United U-20. Itu adalah kesalahan besar dari saya,” ujar Fadly.
Secara khusus, ia juga meminta maaf kepada pemain lawan, Rakha Nurkholis, yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Rakha Nurkholis dan seluruh tim Dewa United atas tindakan saya yang membahayakan dan tidak mencerminkan sportivitas,” lanjutnya.
Tak berhenti di situ, pemain berusia 17 tahun itu turut menyampaikan penyesalan kepada klub yang dibelanya. Ia menyadari aksinya telah merugikan tim dan mencoreng nama baik klub.
“Kepada manajemen, pelatih, dan rekan-rekan di Bhayangkara Presisi Lampung FC, saya mohon maaf karena telah merugikan tim dan tidak menjaga kepercayaan yang diberikan kepada saya,” ucapnya.
Fadly juga menyampaikan permintaan maaf kepada Timnas Indonesia serta masyarakat luas. Ia mengakui perbuatannya telah menimbulkan kegaduhan dan berdampak pada citra sepak bola nasional.
“Saya juga memohon maaf kepada Timnas Indonesia dan seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Saya menyadari tindakan saya telah mencoreng nama baik banyak pihak,” katanya.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 menghadapi Dewa United Banten FC U-20 di ajang EPA musim 2025-2026. Laga yang digelar di Stadion Citarum, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026), berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United.
Namun, hasil pertandingan nyaris tenggelam oleh kericuhan yang terjadi di penghujung laga. Ketegangan bermula dari keputusan wasit pada menit ke-81 yang mengesahkan gol Dewa United, yang diprotes keras oleh pihak Bhayangkara karena dianggap offside.
Situasi memanas dan berujung pada insiden yang melibatkan sejumlah pemain dan ofisial. Dalam momen itulah, Fadly terekam kamera melakukan tendangan keras ke arah punggung Rakha, yang kemudian memicu reaksi luas, termasuk dari PSSI.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya menjaga sportivitas di lapangan, terutama bagi pemain muda yang tengah meniti karier di level profesional.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































