Iran Tegaskan Sikap Keras di Selat Hormuz, Kapal Perang Terancam Diserang

Iran
Selat Hormuz. Foto: Anadolu

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran melontarkan peringatan keras terhadap kehadiran kapal perang asing di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa setiap kapal perang yang mendekati jalur strategis tersebut akan menjadi target serangan, tanpa memandang asal negara.

“Setiap kapal perang yang mendekati Selat Hormuz akan menghadapi respons keras,” demikian pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.

Advertisement

Peringatan ini muncul tak lama setelah Donald Trump mengumumkan rencana blokade militer di kawasan tersebut.

Melalui pernyataannya, Trump menyebut langkah itu diambil untuk menghentikan praktik yang ia sebut sebagai “pemerasan” terhadap kapal-kapal yang melintas.

Baca Juga :  Indonesia Jadi Korban Perang Dagang Trump, Kena Tarif 32%

Ia bahkan menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mencegat kapal yang dianggap telah membayar tarif kepada Iran, serta memastikan jalur pelayaran tetap terbuka tanpa pungutan.

“Blokade akan segera dimulai, dan negara-negara lain akan turut terlibat,” tulis Trump.

Situasi ini semakin memperkeruh kondisi di salah satu jalur energi paling vital di dunia. Selat Hormuz diketahui menjadi jalur utama distribusi minyak global, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu dampak luas terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi internasional.

Baca Juga :  Swadaya Warga Buka Akses Jalan ke GOM dan SMPN 4 Gunung Putri

Di tengah meningkatnya tensi, aktivitas pelayaran mulai terdampak. Sejumlah kapal tanker dilaporkan mengubah rute atau membatalkan perjalanan saat mendekati wilayah Iran.

Dari tiga kapal yang sempat mencapai perairan sekitar Pulau Larek, dua di antaranya memilih berbalik arah, sementara satu kapal tetap melanjutkan pelayaran.

Memanasnya situasi ini terjadi setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu, termasuk terkait isu nuklir dan keamanan jalur laut.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi, sementara dunia terus memantau perkembangan di Selat Hormuz yang menjadi titik krusial geopolitik global.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel