Bukan Semua Bisa Langsung Divaksin Campak, Ini Kriteria yang Perlu Perhatian

vaksin campak
ilustrasi vaksin campak. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tidak semua orang dewasa bisa langsung menerima vaksin campak. Dalam kondisi tertentu, pemberian vaksin justru perlu ditunda demi memastikan keamanan dan kesiapan tubuh dalam merespons imunisasi.

Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penularan campak, vaksinasi tetap menjadi salah satu langkah perlindungan utama. Namun, para ahli menegaskan bahwa kondisi kesehatan individu harus menjadi pertimbangan utama sebelum suntikan diberikan.

Mengacu pada berbagai sumber medis, skrining sebelum vaksinasi menjadi tahap penting agar manfaat vaksin dapat optimal tanpa menimbulkan risiko tambahan.

Advertisement

Berikut sejumlah kelompok yang disarankan menunda vaksin campak pada orang dewasa:

1. Ibu hamil dan yang merencanakan kehamilan

Perempuan yang sedang hamil tidak dianjurkan menerima vaksin campak. Begitu juga bagi yang sedang merencanakan kehamilan, disarankan menunggu setidaknya empat minggu setelah vaksin sebelum mulai mencoba hamil.

2. Kondisi daya tahan tubuh lemah

Individu dengan sistem imun yang terganggu, baik akibat penyakit maupun pengobatan tertentu, perlu menunda vaksin karena tubuh mungkin tidak mampu merespons dengan baik.

Baca Juga :  Resep Beef Stroganoff, Daging Sapi Empuk dengan Saus Krim Lezat

3. Menjalani terapi berat

Pasien yang sedang menjalani kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi termasuk kelompok yang harus menunda vaksinasi karena terapi tersebut dapat menekan sistem kekebalan tubuh.

4. Pasien transplantasi organ

Penerima transplantasi umumnya mengonsumsi obat penekan imun sehingga vaksin campak tidak direkomendasikan tanpa evaluasi medis khusus.

5. HIV yang belum terkontrol

Pada pengidap HIV dengan kondisi imun yang belum stabil, vaksinasi perlu pertimbangan ketat untuk menghindari risiko efek samping.

6. Gangguan sistem imun lainnya

Berbagai penyakit yang memengaruhi kekebalan tubuh juga menjadi alasan penundaan vaksin hingga kondisi lebih stabil.

7. Baru menerima transfusi darah

Transfusi darah dapat memengaruhi respons tubuh terhadap vaksin, sehingga biasanya diperlukan jeda waktu sebelum imunisasi dilakukan.

Baca Juga :  Kemenkes Keluarkan Surat Edaran, Tenaga Medis Diminta Waspada Campak

8. Riwayat alergi berat terhadap vaksin

Orang yang pernah mengalami reaksi alergi serius terhadap vaksin campak atau komponennya perlu evaluasi medis lebih lanjut sebelum dipertimbangkan untuk vaksin ulang.

Meski ada kelompok yang harus menunda, sebagian besar orang dewasa tetap aman untuk menerima vaksin campak. Bahkan, bagi yang belum memiliki kekebalan, vaksin sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi serius seperti pneumonia hingga peradangan otak.

Efektivitas vaksin campak juga tergolong tinggi. Satu dosis dapat memberikan perlindungan sekitar 93 persen, sementara dua dosis dapat meningkatkan efektivitas hingga 97 persen.

Karena itu, keputusan vaksinasi sebaiknya selalu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah paling aman sebelum imunisasi dilakukan, agar perlindungan tercapai tanpa mengabaikan faktor keselamatan.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel