Kenali Cortisol Face, Dampak Stres Kronis yang Mengubah Penampilan Wajah

cortisol face
cortisol face. Foto: Getty Images

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perubahan bentuk wajah yang tiba-tiba tampak lebih bulat atau bengkak belakangan kerap disebut sebagai cortisol face. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika kadar hormon kortisol dalam tubuh meningkat, sehingga memengaruhi tampilan wajah sekaligus kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Fenomena ini tidak sekadar persoalan estetika. Di balik perubahan yang terlihat di cermin, tubuh sebenarnya sedang merespons tekanan yang tidak seimbang—baik akibat stres berkepanjangan maupun efek penggunaan obat tertentu seperti kortikosteroid.

“Perubahan wajah seperti ini umumnya terjadi karena kadar kortisol yang tinggi dalam waktu lama, sehingga memicu penumpukan lemak dan cairan di area wajah,” demikian penjelasan umum yang kerap disampaikan tenaga medis.

Advertisement

Dampak pada Wajah dan Tubuh

Kondisi cortisol face biasanya ditandai dengan beberapa perubahan yang cukup khas, di antaranya:

  1. Wajah tampak lebih bulat
    Penumpukan lemak dan cairan di area pipi hingga rahang membuat wajah terlihat membesar, sering disebut sebagai moon face.
  2. Kulit lebih berminyak dan berjerawat
    Peningkatan hormon kortisol merangsang produksi minyak berlebih, sehingga memicu jerawat di area wajah.
  3. Kulit menipis dan sensitif
    Produksi kolagen menurun, membuat kulit lebih mudah memar, kemerahan, dan rentan iritasi.
  4. Muncul garis kemerahan atau keunguan
    Garis ini menyerupai stretch mark dan muncul akibat peregangan kulit yang berlebihan.
  5. Area mata terlihat sembap
    Retensi cairan menyebabkan bagian bawah mata tampak bengkak meski sudah cukup istirahat.
  6. Penumpukan lemak di leher
    Dalam beberapa kasus, lemak juga menumpuk di area leher hingga membentuk tonjolan yang dikenal sebagai buffalo hump.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan Sindrom Cushing, meski tidak semua kasus berarti seseorang mengalami penyakit tersebut.

Baca Juga :  Apa Itu Pneumonia? Kenali Gejala dan Faktor Penyebabnya

Cara Penanganan dan Pencegahan

Penanganan cortisol face tidak bisa disamaratakan, karena sangat bergantung pada penyebab utamanya. Namun, ada beberapa langkah yang umumnya disarankan:

  • Periksa ke dokter untuk memastikan diagnosis dan mengetahui penyebab pasti.
  • Evaluasi penggunaan obat steroid jika sedang menjalani terapi jangka panjang.
  • Kelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan.
  • Tidur cukup sekitar 7–9 jam setiap malam untuk menjaga keseimbangan hormon.
  • Perbaiki pola makan, terutama dengan mengurangi garam dan makanan olahan.
  • Rutin berolahraga untuk membantu mengontrol berat badan dan hormon.
  • Rawat kulit dengan tepat agar dampak seperti jerawat atau sensitivitas tidak semakin parah.
Baca Juga :  Super Flu Mengintai Musim Dingin, Ahli Prediksi Epidemi Kembali Terjadi

“Penanganan terbaik harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika berkaitan dengan gangguan hormon, maka terapi medis menjadi langkah utama,” ujar praktisi kesehatan.

Perlu Diwaspadai

Selain perubahan pada wajah, kondisi ini juga bisa disertai gejala lain seperti tekanan darah tinggi, kadar gula meningkat, hingga tubuh yang lebih mudah terserang infeksi. Jika tanda-tanda tersebut muncul, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.

Meski terlihat sepele, cortisol face bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan dalam tubuh. Penanganan sejak dini menjadi kunci agar kondisi tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel