TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah perubahan perilaku belanja global,H&M bersiap melakukan langkah besar dengan menutup ratusan gerai fisik pada tahun ini. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis digital dan meningkatkan efisiensi operasional.
Dalam laporan terbarunya, H&M mengungkapkan rencana penutupan sekitar 160 toko di berbagai negara sepanjang 2026. Langkah ini melanjutkan kebijakan sebelumnya, di mana perusahaan telah lebih dulu menutup 163 gerai sebagai bagian dari pergeseran fokus ke platform daring serta optimalisasi toko yang dianggap paling produktif.
“Penyesuaian jumlah toko, termasuk penutupan dan renovasi, sempat memberikan dampak terhadap penjualan pada kuartal pertama 2026,” tulis manajemen H&M dalam laporan kinerja keuangannya.
Meski begitu, perusahaan memproyeksikan strategi tersebut justru akan memberikan dampak positif secara bertahap sepanjang tahun. Dengan jumlah toko yang lebih ramping, H&M berharap dapat meningkatkan profitabilitas sekaligus menekan biaya operasional, termasuk pengeluaran tenaga kerja.
Perubahan arah bisnis ini tidak lepas dari pergeseran kebiasaan konsumen. Belanja online kini menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan, menandakan semakin kuatnya peran e-commerce dalam industri ritel fesyen.
Dominick Miserandino, CEO Retail Tech Media Nexus, menilai langkah H&M mencerminkan tren yang lebih luas di industri.
“Konsumen saat ini semakin sensitif terhadap harga, lebih sering berbelanja secara online, dan tidak lagi terlalu terikat pada toko fisik,” ujarnya.
Dengan strategi ini, H&M mencoba menata ulang pijakan bisnisnya di tengah lanskap ritel yang terus berubah—di mana etalase digital perlahan menggantikan peran toko konvensional sebagai wajah utama industri mode.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































