TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di antara deretan pahlawan super dalam semesta DC, nama Superman kerap menjadi tolok ukur kekuatan. Namun, ada satu karakter yang justru melampaui batas tersebut—Superboy-Prime.
Laporan terbaru dari Screen Rant mengungkap bahwa versi alternatif Superman ini bukan sekadar lebih kuat, tetapi memiliki tingkat kekuatan yang disebut-sebut bisa mencapai tiga kali lipat dari Superman utama.
Superboy-Prime berasal dari Earth-Prime, semesta yang digambarkan mirip dengan dunia nyata. Keunikan sekaligus ancamannya terletak pada sumber kekuatannya yang masih mengikuti standar era Silver Age—masa ketika Superman digambarkan nyaris tanpa batas.
Pada era tersebut, Superman mampu melakukan hal-hal ekstrem, seperti memindahkan planet, melampaui kecepatan cahaya dengan mudah, hingga menghasilkan kekuatan destruktif dalam skala kosmik.
Ketika DC kemudian “menyeimbangkan” kekuatan Superman agar lebih realistis, Superboy-Prime justru tetap membawa versi kekuatan lamanya yang jauh lebih liar.
Kekuatan itu bukan sekadar teori. Dalam peristiwa Infinite Crisis, Superboy-Prime mampu menghadapi dua versi Superman sekaligus—Kal-El dan Kal-L. Dalam pertarungan tersebut, ia bahkan berhasil mengalahkan dan membunuh Kal-L sebelum akhirnya dihentikan.
Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika emosinya memuncak. Superboy-Prime digambarkan mampu “memukul” realitas itu sendiri, hingga menyebabkan perubahan besar pada garis waktu di seluruh semesta DC—sebuah kemampuan yang bahkan melampaui logika kekuatan super pada umumnya.
Berbeda dengan Superman yang memiliki kelemahan terhadap Kryptonite, Superboy-Prime justru nyaris kebal. Asal-usulnya dari semesta berbeda membuat Kryptonite di dunia utama tidak berdampak padanya. Ia juga memiliki resistensi tinggi terhadap sihir, yang biasanya menjadi celah bagi Superman.
Satu-satunya cara untuk melemahkannya adalah melalui paparan sinar matahari merah dalam intensitas ekstrem—itu pun bukan tanpa risiko besar.
Namun, yang membuatnya benar-benar berbahaya bukan hanya kekuatan fisiknya. Berbeda dari Superman yang menjunjung kendali diri dan moralitas, Superboy-Prime digambarkan sebagai sosok emosional dan impulsif. Ia bertindak tanpa batasan etika, melepaskan kekuatan penuh dalam setiap konflik.
Kini, kemunculannya kembali dalam komik modern menunjukkan bahwa DC masih membuka ruang untuk mengeksplorasi karakter ini. Entah sebagai sekutu atau ancaman, satu hal menjadi jelas—ketika Superboy-Prime kehilangan kendali, satu Superman saja tak akan cukup untuk menghentikannya.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































