TIMETODAY.ID, JAKARTA — Serangan drone yang diduga dilancarkan Iran menghantam kapal tanker minyak berbendera Kuwait di Pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (31/3/2026). Insiden ini menyebabkan kebakaran di atas kapal dan sempat memicu kekhawatiran akan tumpahan minyak di perairan sekitar.
Kapal yang menjadi sasaran adalah Al Salmi, jenis very large crude carrier (VLCC) yang tengah mengangkut muatan penuh minyak mentah saat kejadian berlangsung.
Perusahaan Kuwait Petroleum Corporation (KPC) mengonfirmasi bahwa seluruh 24 awak kapal berhasil selamat tanpa mengalami cedera.
“Serangan menyebabkan kerusakan pada lambung kapal serta kebakaran di atas dek, dengan potensi tumpahan minyak,” demikian pernyataan KPC yang dikutip dari media setempat.
Namun, otoritas Dubai memastikan situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Tim tanggap darurat yang langsung dikerahkan ke lokasi mampu memadamkan api dan mencegah terjadinya kebocoran minyak ke laut.
Dalam keterangannya, Kantor Media Dubai menyebutkan bahwa tidak ada laporan korban luka maupun dampak pencemaran lingkungan dari insiden tersebut.
Tim penyelamat dan pemadam kebakaran disebut segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menahan dampak kerusakan dan memastikan kondisi tetap aman. Proses pemantauan juga masih terus dilakukan untuk mengantisipasi risiko lanjutan.
Berdasarkan data pelayaran, Al Salmi merupakan kapal tanker raksasa yang dibangun pada 2011 dengan panjang sekitar 333 meter dan lebar 60 meter—ukuran yang menunjukkan kapasitas besar dalam pengangkutan minyak mentah.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana jalur distribusi energi global menjadi salah satu titik rawan. Serangan terhadap kapal tanker menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dunia jika konflik terus meluas.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































