AS Kirim Pesawat Militer ke Timur Tengah, Indikasi Mobilisasi Pasukan Elit Menguat

militer
Pangkalan Fort Bragg Jadi Titik Awal Mobilisasi Militer AS ke Timur Tengah. Foto: Ilustrasi/AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Situs pemantau lalu lintas penerbangan mengungkap adanya peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat yang mengarah ke kawasan Timur Tengah. Sejumlah pesawat angkut militer terdeteksi bergerak dari Pantai Timur AS menuju wilayah yang secara geografis semakin dekat dengan Iran, memicu perhatian dan spekulasi global.

Pergerakan ini salah satunya melibatkan penerbangan dari Fort Bragg di North Carolina, salah satu pangkalan utama militer AS. Dalam beberapa waktu terakhir, tercatat sedikitnya enam penerbangan berangkat dari lokasi tersebut menuju Timur Tengah.

Meski identitas personel di dalam pesawat belum diketahui secara pasti, indikasi mengarah pada kemungkinan mobilisasi pasukan lintas udara.

Advertisement

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa elemen Pasukan Respons Cepat dari Divisi Lintas Udara ke-82 tengah disiapkan.

Baca Juga :  Israel Hantam Yaman, Iran Menyebutnya Bukti Permusuhan terhadap Timur Tengah

Unit ini dikenal sebagai pasukan elit yang mampu diterjunkan dengan cepat ke berbagai wilayah konflik, sehingga memicu spekulasi terkait potensi operasi darat di sekitar Iran.

Laporan The New York Times menyebutkan bahwa pasukan tersebut berjumlah sekitar 3.000 penerjun payung yang dapat dikerahkan dalam waktu kurang dari 18 jam ke titik mana pun di dunia.

Dalam skenario tertentu, mereka disebut-sebut berpotensi diarahkan untuk mengamankan objek strategis seperti Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia.

Meski demikian, sejumlah pejabat pertahanan AS yang dikutip media tersebut menyatakan bahwa hingga kini belum ada perintah resmi pengerahan dari Pentagon maupun Komando Pusat AS. Namun, beberapa elemen pasukan memang telah masuk dalam daftar kesiapan deployment.

Baca Juga :  PT KAI Buka Pemesanan Tiket Lebaran 2025, Cek Jadwal dan Cara Pesannya!

Data lebih lanjut menunjukkan sejak 12 Maret, setidaknya 35 pesawat angkut militer jenis C-17 telah diberangkatkan menuju Timur Tengah, menyusul meningkatnya ketegangan sejak akhir Februari. Selain itu, sekitar 11 pesawat lainnya dilaporkan masih dalam proses pengerahan.

Adapun tujuan utama penerbangan tersebut tersebar di beberapa titik strategis, termasuk pangkalan udara di Israel serta sejumlah fasilitas militer di Yordania.

Pergerakan ini mencerminkan dinamika yang terus berkembang di kawasan, di tengah meningkatnya tensi geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel