TIMETODAY.ID, JAKARTA — Penggunaan asbes sebagai bahan bangunan masih cukup umum, terutama pada atap dan plafon rumah. Namun di balik keunggulannya yang tahan panas dan api, material ini menyimpan risiko kesehatan yang sering kali tidak disadari masyarakat.
Asbes diketahui dapat melepaskan serat halus ketika dalam kondisi rusak atau hancur. Serat yang tidak terlihat tersebut mudah terhirup dan kemudian mengendap di dalam tubuh, khususnya paru-paru, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit serius.
Salah satu dampak utama paparan asbes adalah Asbestosis, yakni gangguan paru akibat penumpukan serat asbes dalam jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang membuat paru-paru menjadi kaku dan mengganggu proses pernapasan.
Selain itu, paparan asbes juga meningkatkan risiko Kanker paru-paru, terutama jika terjadi dalam waktu lama dan diperparah oleh kebiasaan merokok. Gejala awalnya kerap tidak disadari, mulai dari batuk berkepanjangan hingga nyeri dada.
Risiko lain yang tidak kalah berbahaya adalah Mesotelioma, kanker langka dan agresif yang menyerang lapisan organ tubuh. Penyakit ini umumnya baru terdeteksi setelah berkembang cukup lama, bahkan hingga puluhan tahun sejak paparan terjadi.
Tak hanya itu, serat asbes juga dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, memicu batuk kronis, sesak napas, serta produksi dahak berlebih. Dalam kasus tertentu, paparan juga dikaitkan dengan gangguan pada sistem pencernaan hingga peningkatan risiko kanker di organ lain seperti laring dan ovarium.
Paparan asbes bisa terjadi dalam berbagai situasi, seperti saat merenovasi bangunan lama, bekerja di sektor konstruksi atau industri, hingga tinggal di sekitar pabrik pengolahan asbes. Serat asbes yang ringan dapat menyebar melalui udara dan menempel di berbagai permukaan tanpa disadari.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan menghindari penggunaan material asbes, terutama yang sudah rusak. Penggantian dengan bahan yang lebih aman menjadi langkah yang dianjurkan.
Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti masker saat renovasi, menjaga ventilasi ruangan, serta membersihkan debu dengan cara yang tepat juga penting dilakukan guna meminimalkan paparan.
Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, hingga penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Pemeriksaan dini dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih serius akibat paparan asbes.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































