TIMETODAY. ID, BOGOR — Warga Bogor belakangan mengeluhkan cuaca yang terasa lebih panas dari biasanya. BMKG menyebut penyebabnya bukan semata soal musim, melainkan melemahnya suplai uap air di atmosfer Jawa Barat yang menekan pertumbuhan awan hujan dan membuat penyinaran matahari berlangsung lebih intens.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Citeko, Fatuhri Syabani, menyebut berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer terkini, suplai uap air di wilayah Jawa Barat relatif tidak terlalu kuat dalam beberapa hari terakhir.
“Pertumbuhan awan hujan tidak seintens sebelumnya. Intensitas hujan mulai berkurang, pertumbuhan awan yang sedikit mengakibatkan penyinaran matahari menjadi lebih kuat, sehingga suhu udara pada siang hari terasa lebih panas,” ujar Fatuhri.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga. Di kawasan Tanah Sareal, Kota Bogor, terik matahari pada Selasa (17/3/2026) siang terasa menyengat kulit. Sejumlah warga tampak mudah berkeringat meski tidak melakukan aktivitas berat.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































