
TIMETODAY.ID, BOGOR – Kota dan Kabupaten Bogor resmi menggandeng Zhejiang Weiming Environment Protection asal Tiongkok untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Perusahaan yang direkomendasikan Danantara itu ditargetkan memulai konstruksi Juli 2026 dan beroperasi penuh akhir 2027.
Kepastian kemitraan itu menyusul proses seleksi intensif selama empat bulan oleh Danantara. Penandatanganan kerja sama seluruh pihak dijadwalkan 6 April 2026.
“Danantara dan Pemerintah Kota Bogor sudah mendapatkan satu mitra untuk berinvestasi di waste to energy project di Kota dan Kabupaten Bogor. Yang ditunjuk adalah Zhejiang Weiming dari Tiongkok,” kata Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Kamis (12/3/2026).
Zhejiang Weiming merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perlindungan lingkungan dan pengolahan sampah padat menjadi energi listrik. Perusahaan ini ditunjuk Danantara sekaligus sebagai investor dan operator proyek.
Dedie menegaskan Bogor masuk dalam gelombang pertama program waste-to-energy nasional bersama dua hingga tiga kota lainnya.
“Ini sebuah momentum bersejarah bagi Kota Bogor karena masuk ke dalam batch pertama dari program waste to energy,” ujarnya.
Direktur Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, menargetkan konstruksi segera berjalan.
“Ke depannya akan kita mulai lakukan groundbreaking pada bulan Juli dan diharapkan bisa segera beroperasi pada akhir tahun 2027,” kata Maulana.
Vice President Zhejiang Weiming, Xiang Yihao, menyatakan komitmen perusahaannya.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar bisa memberikan air yang bersih dan langit yang biru serta cerah bagi Kota Bogor,” ujarnya.
Proyek ini mencakup wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, dua daerah berpenduduk padat yang selama ini menghadapi tekanan besar dalam pengelolaan sampah. Selain menekan volume sampah, proyek ini ditargetkan menghasilkan energi listrik sebagai sumber energi baru terbarukan.




































