Kenapa Perut Terasa Perih Saat Puasa? Ini Penjelasan Penyebabnya

Perut
Perut terasa perih saat puasa sering terjadi karena produksi asam lambung, pola makan saat berbuka, dan kurangnya asupan cairan. ilustrasi perut terasa perih (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Banyak orang bertanya-tanya kenapa perut terasa perih saat puasa, terutama ketika sensasi tidak nyaman itu muncul pada siang hingga menjelang sore hari. Pada waktu tersebut, lambung biasanya berada dalam kondisi kosong cukup lama karena tidak ada asupan makanan sejak sahur.

Kondisi ini sebenarnya berkaitan dengan cara kerja sistem pencernaan manusia yang tetap aktif meskipun tidak menerima makanan selama beberapa jam. Rasa perih tersebut umumnya tidak berbahaya, tetapi penting untuk memahami penyebabnya agar puasa tetap dapat dijalani dengan nyaman dan sehat.

1. Lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan

Lambung merupakan organ pencernaan yang terus memproduksi cairan pencernaan yang dikenal sebagai asam lambung. Cairan ini terdiri dari asam klorida, enzim pencernaan, dan berbagai zat kimia yang berfungsi memecah makanan menjadi partikel yang lebih kecil.

Advertisement

Produksi asam lambung dikendalikan oleh sistem saraf dan hormon pencernaan sehingga tidak sepenuhnya berhenti ketika seseorang tidak makan. Ketika lambung kosong dalam waktu lama, asam tersebut tidak memiliki makanan untuk diproses.

Akibatnya, cairan asam dapat mengiritasi lapisan dalam lambung dan menimbulkan sensasi perih atau panas pada bagian perut atas. Sensasi ini sering digambarkan seperti rasa terbakar yang berasal dari lambung.

Baca Juga :  Tantrum atau Meltdown? Yuk, Kenali Bedanya dan Cara Menghadapinya dengan Tenang

Pada beberapa orang, kondisi ini juga dapat memicu refluks asam atau acid reflux. Hal ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas di dada atau tenggorokan.

2. Pola makan saat berbuka dapat memberi tekanan pada sistem pencernaan

Perubahan pola makan selama puasa juga dapat memengaruhi kenyamanan lambung. Setelah menahan lapar sepanjang hari, banyak orang langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar ketika berbuka.

Kebiasaan ini membuat sistem pencernaan harus bekerja secara mendadak dengan intensitas tinggi. Lambung kemudian memproduksi lebih banyak asam untuk mencerna makanan yang masuk, sehingga dapat menimbulkan sensasi kram, penuh, atau perih.

Selain jumlah makanan, jenis makanan juga berpengaruh. Makanan tinggi lemak seperti gorengan atau hidangan bersantan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Hal ini membuat makanan berada lebih lama di lambung dan meningkatkan produksi asam.

Makanan pedas juga dapat memicu iritasi pada sebagian orang. Kandungan kapsaisin dalam cabai dapat merangsang saraf di lambung sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap asam lambung.

3. Kekurangan cairan dapat memengaruhi fungsi lambung

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik. Air membantu proses pemecahan makanan serta mempermudah pergerakan makanan di sepanjang saluran pencernaan.

Baca Juga :  Daftar Obat yang Rentan Dipalsukan, BPOM Ingatkan Risiko Kesehatan Serius

Selama puasa, asupan cairan hanya diperoleh saat berbuka hingga sahur. Jika konsumsi air tidak mencukupi, risiko dehidrasi ringan dapat meningkat.

Kekurangan cairan dapat memengaruhi produksi lendir pelindung pada dinding lambung. Lapisan lendir ini berfungsi melindungi jaringan lambung dari paparan asam yang bersifat korosif.

Ketika lapisan pelindung berkurang, dinding lambung menjadi lebih sensitif sehingga rasa perih lebih mudah muncul. Selain itu, dehidrasi juga dapat memicu terbentuknya gas dalam saluran pencernaan yang menyebabkan kembung dan kram ringan.

Secara umum, perut terasa perih saat puasa karena beberapa faktor seperti produksi asam lambung yang tetap berlangsung ketika lambung kosong, pola makan yang kurang tepat saat berbuka, serta kurangnya asupan cairan. Dengan menjaga pola makan, minum cukup air, dan memilih makanan yang ramah bagi lambung, rasa tidak nyaman tersebut biasanya dapat diminimalkan selama menjalani puasa.

Caption:
Perut terasa perih saat puasa sering terjadi karena produksi asam lambung, pola makan saat berbuka, dan kurangnya asupan cairan.

Tag:
puasa, kesehatan lambung, asam lambung, tips puasa sehat, pencernaan

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel