TIMETODAY.ID, TEHERAN – Iran mengklaim drone yang diluncurkan Garda Revolusi Islam (IRGC) berhasil menghantam kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Klaim itu disampaikan televisi pemerintah Iran, Jumat (6/3/2026), tanpa disertai rincian lebih lanjut.
Ini bukan pertama kalinya IRGC melontarkan klaim serupa. Sebelumnya, Pentagon membantah tegas dengan menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut angkat bicara, menegaskan kesiapan Teheran menghadapi kemungkinan invasi darat. Ia menyebut langkah semacam itu akan berujung bencana bagi pihak penyerang.
“Kami sedang menunggu mereka. Kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” ujar Araghchi dikutip dari NBC News.
Amerika Serikat balik mengklaim keunggulan di medan tempur. Kepala Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper menyatakan pasukannya telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran sejak konflik berlangsung.
“Hanya dalam beberapa jam terakhir, kita telah menghantam kapal induk drone Iran yang ukurannya kira-kira sebesar kapal induk era Perang Dunia II. Saat ini, kapal itu terbakar,” kata Cooper dalam konferensi pers, dikutip AFP.
Cooper juga mencatat penurunan tajam intensitas serangan Iran, rudal balistik berkurang 90 persen dan serangan drone turun 83 persen dibanding hari pertama konflik.
Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan meluncurkan rentetan drone dan rudal ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.








































